Kebakaran lahan di Kotim terus terjadi dan terus meluas. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meluas seiring musim kemarau. Berdasarkan citra satelit Kementerian Kehutanan, luas lahan yang terbakar diperkirakan telah menembus 300 hektare, sementara hasil penanganan di lapangan mencatat sekitar 185 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan perbedaan data tersebut disebabkan metode penghitungan yang berbeda.
"Kami menghitung berdasarkan lokasi yang berhasil ditangani di lapangan, sedangkan Kementerian Kehutanan menggunakan citra satelit sehingga cakupannya lebih luas," ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, lonjakan karhutla mulai terlihat sepanjang Juli 2026, termasuk kebakaran seluas 43 hektare di Kecamatan Pulau Hanaut. Sebagian besar kebakaran diduga dipicu aktivitas manusia, baik karena kelalaian maupun pembukaan lahan dengan cara membakar.
Di sisi lain, BPBD juga menghadapi keterbatasan sarana pemadaman. Stok selang yang tersisa hanya sekitar 10 gulung, sementara kondisi lahan yang semakin kering membuat petugas harus menarik selang hingga ratusan meter untuk menjangkau titik api.
"Yang paling kami khawatirkan bukan hanya apinya, tetapi asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Sejumlah desa di wilayah selatan juga mulai mengalami kekurangan air bersih," kata Multazam.
BPBD berharap status tanggap darurat yang telah ditetapkan dapat mempercepat penambahan personel, peralatan, serta distribusi bantuan air bersih ke wilayah terdampak. (f1/sb)