seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pemadaman Bergilir Terjadi Hingga 5 Agustus 2026

by Redaksi - Tanggal 30-07-2026,   jam 16:40:13
GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijino (dua dari kanan) dan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran menyampaikan terjadinya pemadaman listrik bergilir. (FOTO: SEPUTAR BORNEO) GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijino (dua dari kanan) dan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran menyampaikan terjadinya pemadaman listrik bergilir. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di Kalimantan Tengah (Kalteng) baru diproyeksikan kembali normal mulai 5 Agustus 2026, seiring ditargetkannya penyelesaian perbaikan salah satu pembangkit utama yang mengalami gangguan. Hingga waktu tersebut, masyarakat masih berpotensi mengalami pemadaman bergilir meski durasinya terus diupayakan berkurang.

Kepastian itu disampaikan General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijino, saat memberikan penjelasan kepada Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam konferensi pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).

Iwan menjelaskan, pemadaman bergilir bukan disebabkan kekurangan pasokan bahan bakar atau lonjakan konsumsi listrik, melainkan akibat gangguan yang terjadi hampir bersamaan pada tiga pembangkit besar yang menopang sistem interkoneksi Kalimantan.

Gangguan pertama terjadi pada 22 Juli 2026 di PLTU PT SKS Listrik Kalimantan, Kabupaten Gunung Mas, akibat kebocoran pipa boiler. Sehari kemudian, generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan, kemudian pada 24 Juli 2026 sistem pelumasan turbin di PLTU PT Tanjung Power Indonesia (TPI) Tabalong juga mengalami gangguan. Hilangnya pasokan dari ketiga pembangkit tersebut menyebabkan sistem mengalami defisit daya sehingga PLN menerapkan pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan jaringan.

Menurut Iwan, proses pemulihan terus berjalan. PLTU TPI Tabalong berkapasitas 100 megawatt (MW) bahkan telah kembali beroperasi sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari jadwal. Tambahan daya itu membuat durasi pemadaman yang sebelumnya mencapai sekitar enam jam kini berkurang menjadi rata-rata tiga jam.

Meski demikian, PLN menegaskan kondisi kelistrikan baru benar-benar stabil setelah PLTU SKS Listrik Kalimantan di Gunung Mas selesai diperbaiki pada 5 Agustus 2026. Dengan beroperasinya pembangkit tersebut, pasokan listrik diperkirakan sudah mampu memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga pemadaman bergilir tidak lagi diberlakukan.

"Target kami pada 5 Agustus pembangkit di Gunung Mas sudah kembali beroperasi. Setelah itu pemadaman bergilir tidak ada lagi, meski sistem masih dalam kondisi siaga karena cadangan daya belum sepenuhnya pulih," kata Iwan.

Sementara itu, pemulihan sistem interkoneksi Kalimantan secara menyeluruh diperkirakan baru tercapai pada 25 Agustus 2026, setelah PLTU Asam-Asam selesai diperbaiki dan kembali memasok listrik ke jaringan. Pada tahap tersebut, cadangan daya dipastikan kembali normal sehingga keandalan sistem kelistrikan semakin terjaga. (sb/*)