Komisioner Kompolnas, Dr Yusuf Warsyim melihat langsung penghargaan yang disampaikan personel Polda Kalteng dari Presiden RI. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Prestasi Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) masuk lima besar Kompolnas Award 2026 dari 34 Polda di Indonesia mendapat perhatian khusus. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun langsung ke Polda Kalteng untuk melakukan visitasi sekaligus memastikan capaian yang telah dilaporkan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Visitasi tersebut menjadi tahapan penting dalam penilaian Kompolnas Award 2026. Tim Kompolnas melakukan verifikasi dan validasi terhadap berbagai data serta kinerja Polda Kalteng sebelum menentukan hasil akhir penghargaan.
Komisioner Kompolnas Dr Yusuf Warsyim mengatakan posisi Polda Kalteng sebagai salah satu dari lima Polda terbaik menjadi dasar dilakukannya visitasi secara langsung.
“Polda Kalimantan Tengah untuk tahun 2026 ini merupakan Polda yang masuk lima besar Kompolnas Award dari 34 Polda,” kata Yusuf di Palangka Raya.
Menurutnya, penilaian tidak hanya melihat capaian administratif maupun data kinerja. Kompolnas juga ingin melihat secara langsung sejauh mana kontribusi kepolisian terhadap pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Yang kedua, kami memvalidasi. Baru yang ketiga, penilaian secara khusus untuk apa dan bagaimana peran Polda Kalimantan Tengah di dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam proses tersebut, Kompolnas menggunakan lima indikator utama. Kelimanya meliputi manusia, kesejahteraan, lingkungan, kemitraan, serta kedamaian atau peace.
Salah satu perhatian utama berada pada aspek lingkungan. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik Kalteng yang memiliki kawasan hutan sangat luas serta menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setiap tahun.
Yusuf menilai Polda Kalteng menunjukkan peran yang cukup kuat dalam upaya pencegahan hingga penanganan karhutla.
“Cukup luar biasa peran Polda Kalteng di dalam mencegah dan mengatasi potensi-potensi yang akan menimbulkan kebakaran hutan serta upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam menanggulangi terjadinya karhutla,” katanya.
Selain lingkungan, aspek kemitraan juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Kolaborasi kepolisian dengan pemerintah daerah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyambut positif pelaksanaan visitasi tersebut. Ia menyebut proses penilaian Kompolnas menjadi kesempatan bagi jajaran Polda Kalteng untuk mengevaluasi kembali kinerja yang telah dilakukan.
"Ini merupakan bentuk apresiasi satuan kerja maupun anggota Polri atas kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Iwan.
Ia meminta seluruh personel yang mengikuti proses visitasi menyampaikan informasi secara terbuka dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Saya minta untuk seluruh personel yang dilakukan visitasi dapat memberikan informasi yang sebenar-benarnya dan apa adanya kepada Kompolnas,” tegasnya.
Iwan menilai evaluasi tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian telah berjalan. Menurutnya, capaian yang sudah diraih harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini menjadi momentum kita dalam mengevaluasi kinerja kita selama ini,” katanya.
Kapolda juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban di Kalteng tidak bisa dilakukan Polri seorang diri. Luasnya wilayah hukum Kalteng membuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai elemen lainnya menjadi kebutuhan.
Dengan masuknya Polda Kalteng dalam lima besar nasional, visitasi Kompolnas Award 2026 sekaligus menjadi momentum untuk mengukur konsistensi kinerja kepolisian, bukan hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat, kesejahteraan, lingkungan, kemitraan dan terciptanya kedamaian. (sb/*)