Lewati ke konten utama
Provinsi

Target Penurunan Stunting Kalteng 15,38 Persen di 2024

Redaksi 01-03-2023, 12:10 WIB 2 menit baca
TANDA TANGANI - Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Dison saat penandatanganan nota kesepahaman antara BKKBN dan mitra, dalam rangka intervensi stunting, di Swiss-Bell, Kota Palangka Raya, Rabu (01/03/2023). (FOTO:YUDHA)
TANDA TANGANI - Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Dison saat penandatanganan nota kesepahaman antara BKKBN dan mitra, dalam rangka intervensi stunting, di Swiss-Bell, Kota Palangka Raya, Rabu (01/03/2023). (FOTO:YUDHA)

SB, PALANGKA RAYA - Dalam Meningkatkan Sinergitas dan kolaborasi pemangku kepentingan di tingkat Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta para mitra dalam pencapaian sasaran Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Kalteng menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Stunting Provinsi Kalteng digelar di Kahayan Ballroom Swissbelhotel Danum Palangka Raya, Rabu (1/03/2023).

Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Dison mengatakan, isu stunting harus tetap menjadi perhatian khusus, terutama agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Target penurunan angka stunting, yaitu 15,38 persen pada tahun 2024.

"Melalui rapat koordinasi ini tahun 2023, kami menaruh harapan besar agar program Bangga Kencana dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting diimplementasikan dengan baik, guna mendukung tercapainya Visi Gubernur untuk mewujudkan Kalimantan Tengah Makin BERKAH," kata Dison.

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Suhaemi mengajak, seluruh stakeholders agar mampu menjaga komitmen dan memastikan kebijakan yang diamanatkan pemerintah pusat, dapat berjalan konsisten.

"Sehingga seperti harapan kita bersama, angka stunting di Kalimantan Tengah dapat turun signifikan, dan target 15,38 persen di tahun 2024 tercapai, yang akhirnya akan mendukung tercapainya target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2024," katanya, kemarin, di Palangka Raya.

Dalam rapat koordinasi daerah program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting provinsi, Suhaimi berharap dapat semakin memperkuat komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan TPPS, secara konsisten terus melakukan upaya pencegahan sesuai kewenangan masing-masing.

"Kita masih punya PR besar untuk menurunkan prevalensi stunting di tahun 2024 dengan target 15,38 persen. Oleh karena itu, saya harapkan, konvergensi intervensi terhadap sasaran prioritas agar berjalan efektif, dengan kerja sama sinergis semua stakeholders," jelasnya.

Sementara itu, Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN RI Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, tahun 2023 menjadi tahun penentuan dan sangat krusial dalam upaya pencapaian target/sasaran program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard