ILUSTRASI
SB, SAMPIT – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak terjadi di Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Korbannya seorang siswi berusia 13 tahun yang kini telah melahirkan seorang bayi laki-laki.
Ironisnya, pria yang diduga sebagai pelaku disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Terduga pelaku diketahui berusia 27 tahun dan saat kejadian berstatus lajang.
Perwakilan keluarga korban, SA, mengatakan dugaan kekerasan seksual itu terjadi saat korban menghabiskan masa libur sekolah di wilayah Tualan Hulu dan Antang Kalang. Saat itu, korban dan terduga pelaku tinggal dalam satu rumah.
“Masih keluarga. Pelakunya kakeknya. Datuknya korban dan datuknya pelaku ini bersaudara,” ujar SA, Jumat (21/8/2026).
Menurut SA, peristiwa tersebut diduga pertama kali terjadi pada November 2025. Kehamilan korban baru diketahui beberapa bulan kemudian setelah sekolah melakukan pemeriksaan terhadap para siswi.
“Awalnya dia sekolah. Di sekolah diadakan tes kehamilan untuk anak-anak. Ketahuan baru di situ,” katanya.
Saat diketahui, usia kehamilan korban disebut sudah sekitar delapan bulan. Korban kemudian mendapat pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) hingga akhirnya melahirkan pada Agustus 2026.
SA menyebut korban telah menyampaikan kepada keluarga mengenai pria yang diduga menghamilinya. Terduga pelaku juga disebut pernah memberikan pengakuan secara lisan kepada Ketua RT dan mantir adat setempat.
“Sudah mengaku, ada pengakuan lisan terhadap RT setempat,” ujarnya.
Keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke Unit PPA sekitar Juli 2026. Namun, proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku baru dijadwalkan dan dilakukan pemanggilan pertama pada Kamis (20/8/2026).
Terduga pelaku sempat dibawa keluarga ke Sampit untuk menjalani pemeriksaan. Namun, pria tersebut diduga melarikan diri dari sebuah rumah sebelum tiba di Polres Kotim.
“Pagi ini kami sampai Sampit sekitar jam empat. Kami keluar sebentar, dia kabur dari rumah di Sampit, belum sampai Polres,” ungkap SA.
Hingga Jumat siang, keberadaan terduga pelaku belum diketahui. Ia juga belum menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
“Belum tertangkap. Jangankan tertangkap, memberi kesaksian pertama saja belum,” katanya.
Kasus ini juga berdampak terhadap kondisi psikologis keluarga korban. SA mengatakan ibu korban sempat pingsan saat mengetahui anaknya hamil. Korban yang masih duduk di kelas I SMP juga belum kembali bersekolah setelah melahirkan.
Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan maupun upaya pencarian terhadap terduga pelaku. (f1/sb)