seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Antrean BBM Makin Panjang, DPRD Kotim Siapkan RDP dengan Pertamina

by Redaksi - Tanggal 22-08-2026,   jam 14:45:18
Anggota DPRD Kotim, Akhyannoor Anggota DPRD Kotim, Akhyannoor

SB, SAMPIT – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Sampit yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai mendapat perhatian serius DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

DPRD Kotim berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) lintas komisi dengan pihak Depot Pertamina Sampit untuk mencari tahu penyebab persoalan sekaligus mendorong solusi agar antrean tidak terus berlarut.

Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor, mengatakan pihaknya tengah mewacanakan pemanggilan pihak Pertamina untuk memberikan penjelasan terkait kondisi distribusi BBM di Sampit.

“Kita ada wacana mau memanggil pihak Depot Pertamina Sampit terkait maraknya antrean panjang di SPBU,” kata Akhyannoor, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, antrean kendaraan yang mengular di SPBU bukan lagi persoalan kecil. Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat karena warga harus menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan BBM.

Dampaknya juga dirasakan terhadap aktivitas ekonomi dan arus lalu lintas, terutama di sekitar lokasi SPBU yang mengalami antrean panjang.

Karena persoalan tersebut menyangkut berbagai sektor, DPRD berencana melibatkan seluruh komisi dalam RDP. Pembahasan tidak hanya akan menyoroti ketersediaan dan distribusi BBM, tetapi juga dampak antrean terhadap masyarakat dan kondisi jalan.

“Kami mau RDP dengan lintas Komisi I, II, III, dan IV yang membidangi pemerintahan, ekonomi, termasuk jalan,” ujarnya.

Akhyannoor berharap melalui RDP tersebut pihak Pertamina dapat menjelaskan secara terbuka kondisi pasokan dan distribusi BBM ke SPBU di Sampit. DPRD juga ingin mengetahui kendala yang menyebabkan antrean terjadi berulang kali dalam beberapa minggu terakhir.

Menurutnya, penjelasan tersebut penting agar pemerintah daerah dan DPRD dapat mengetahui persoalan sebenarnya di lapangan serta menentukan langkah yang tepat.

“Kita ingin ada solusi. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM,” tegasnya.

DPRD Kotim berharap pertemuan lintas komisi bersama Pertamina nantinya dapat menghasilkan langkah konkret untuk mengurai antrean, menjaga kelancaran distribusi BBM, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (f1/sb)