seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Warga Sampit Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah Ditengah Kabut Asap

by Redaksi - Tanggal 22-08-2026,   jam 15:33:03
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika diwawancara oleh sejumlah awak media, belum lama ini. (FOTO: SEPUTAR BORNEO) Bupati Kotim, H Halikinnor ketika diwawancara oleh sejumlah awak media, belum lama ini. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah untuk mengurangi risiko masyarakat terpapar asap, terutama bagi warga yang tidak memiliki keperluan mendesak.

“Kalau tidak penting, ya jangan keluar rumah. Kita memahami ada masyarakat yang memang harus bekerja, tetapi yang tidak ada urgensi, usahakan mengurangi aktivitas di luar rumah sementara ini,” ujar Halikinnor, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, pemerintah memahami tidak semua warga bisa berdiam diri di rumah karena sebagian tetap harus bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak, sebaiknya menunda aktivitas di luar ruangan hingga kondisi udara membaik.

Di tengah kondisi tersebut, Halikinnor juga menyampaikan apresiasi kepada personel gabungan dan relawan yang terus berjuang memadamkan karhutla.

Ia menilai upaya mereka sangat penting untuk mencegah api meluas dan mengancam keselamatan masyarakat.

“Kecuali yang ikut memadamkan, memang itu sudah menjadi tanggung jawab bersama. Kami berterima kasih kepada semua yang ikut membantu pemadaman,” katanya.

Saat ini, tim gabungan memprioritaskan pemadaman di lokasi yang berada dekat dengan permukiman. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar dan mengancam rumah maupun keselamatan warga.

“Petugas saat ini mengutamakan pemadaman di lingkungan permukiman. Kita menjaga rumah-rumah masyarakat,” tegasnya.

Halikinnor pun meminta masyarakat tidak hanya menjadi penonton. Warga diharapkan ikut membantu dengan mengawasi lingkungan, memberikan informasi apabila menemukan titik api, serta bergotong royong membantu penanganan apabila kondisi memungkinkan.

“Karena itu, masyarakat tolong bersama-sama berkolaborasi, bersinergi, dan bergotong royong untuk memadamkan api,” pungkasnya. (f1/sb)