Tampak kebakaran lahan terus terjadi di Kabupaten Kotim. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan pelaksanaan Salat Istisqo sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang, karhutla dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah.
Rencana ini menyusul imbauan MUI Kotim agar umat Islam melaksanakan Salat Istisqo. Pemkab kini berkoordinasi dengan MUI, pengurus masjid dan para ulama untuk menentukan waktu serta lokasi pelaksanaannya.
“Kita juga akan mempersiapkan itu. Saat ini kita koordinasi dengan beberapa pengurus masjid dan ulama,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Sabtu (22/8/2026).
Halikinnor mengatakan, Salat Istisqo menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual di tengah upaya pemerintah dan petugas memadamkan karhutla.
“Dari pagi, siang, sore, bahkan sampai malam kita memadamkan karena memang api di mana-mana muncul,” ujarnya.
Di sisi lain, ia kembali meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Aparat juga diminta meningkatkan patroli untuk mencegah pembakaran yang dapat memicu karhutla semakin meluas.
“Saya minta janganlah. Membersihkan lahan memang untuk kepentingan sendiri, tapi dampaknya bisa melebar ke mana-mana, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi dan segala macamnya,” tegasnya.
Pemkab berharap masyarakat ikut mencegah munculnya titik api baru sambil terus berikhtiar agar hujan segera turun dan kondisi karhutla serta kabut asap dapat teratasi. (f1/sb)