seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Api Gambut Merembet di UPR, BEM dan Ormawa FISIP Turun Padamkan Karhutla

by Redaksi - Tanggal 22-08-2026,   jam 12:26:32
BEM dan Ormawa FISIP UPR memadamkan kobaran api karhutla yang mendekati wilayah Kampus UPR. (FOTO: ISTIMEWA) BEM dan Ormawa FISIP UPR memadamkan kobaran api karhutla yang mendekati wilayah Kampus UPR. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Kebakaran lahan gambut di kawasan Universitas Palangka Raya (UPR) memasuki hari ketiga. Kondisi ini membuat mahasiswa bergerak cepat. BEM bersama sejumlah Ormawa FISIP UPR turun langsung menjadi relawan untuk membantu memadamkan api.

Kebakaran awalnya terjadi di sekitar Gedung PPIIG UPR. Api kemudian mulai merembet ke kawasan FMIPA, FISIP hingga Studio Lama UPR. Kepulan asap tebal dan kondisi lahan gambut yang mudah menyimpan bara membuat proses pemadaman tidak mudah.

Para mahasiswa bekerja bersama tim pemadam universitas dan relawan lainnya. Mereka melakukan penyekatan, pemadaman hingga pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.

Gubernur BEM FISIP UPR mengatakan, mahasiswa sudah ikut siaga sejak kebakaran terjadi.

“Sejak tiga hari terakhir, kawan-kawan BEM UPR bersama relawan mahasiswa dari beberapa fakultas sudah bergerak dan siaga melakukan pemadaman. Api di lahan gambut memang tidak mudah dipadamkan,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa FISIP memilih turun langsung karena api mulai mendekati lingkungan kampus.

“Melihat kondisi tersebut, kami dari BEM FISIP UPR bersama beberapa Ormawa FISIP tergerak ikut turun langsung membantu memadamkan api dengan daya dan upaya yang kami miliki. Apalagi saat ini api sudah mulai merembet ke kawasan lingkungan UPR,” katanya.

Ia berharap kebakaran segera dikendalikan agar tidak meluas dan mengancam fasilitas kampus maupun lingkungan sekitar.

Dekan FISIP UPR, Prof Bhayu Rhama mengapresiasi langkah mahasiswa yang ikut membantu penanganan karhutla. Namun, ia mengingatkan agar aksi kemanusiaan tersebut tetap mengutamakan keselamatan.

“Yang paling penting adalah menjaga ketenangan, keselamatan dan semangat gotong royong. Setiap aksi di lapangan harus tetap mengutamakan keselamatan dan dilakukan secara terkoordinasi dengan tim yang memiliki kewenangan,” tegasnya.

Hingga Jumat (21/8/2026) petang, mahasiswa bersama petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan atau mopping up. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bara di dalam tanah gambut tidak kembali menyala akibat hembusan angin.

“Mahasiswa adalah bagian penting dari masyarakat. Kehadiran mereka di tengah situasi sulit seperti ini hendaknya menjadi energi positif bagi semua pihak,” pungkas Bhayu. (sb/*)