Dinas SDABMBKPRKP Kotim melakukan pembuatan embung sebagai langkah penanganan karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau panjang yang menyebabkan ketersediaan sumber air semakin terbatas. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengerjakan embung darurat secara bertahap di sejumlah lokasi strategis.
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim telah menyiapkan 12 titik yang akan digunakan untuk penggalian embung maupun saluran air. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama melalui Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan, Drainase dan Pertamanan Suhardiyono mengatakan, titik-titik tersebut dipilih untuk menambah ketersediaan sumber air, terutama di kawasan yang rawan terdampak karhutla.
“Lokasi yang direncanakan dikerjakan bertahap yakni Jalan Tjilik Riwut kilometer 9 dan kilometer 10, Jalan Jaksa Agung sisi kiri dan kanan, serta beberapa titik di Jalan Lingkar Utara,” kata Suhardiyono, Jumat (4/9/2026).
Selain lokasi tersebut, pengerjaan juga direncanakan di Jalan Lingkar Utara kawasan Pesantren Al Marhamah, tikungan tajam setelah gardu induk, ujung Jalan Bumi Raya, serta di sekitar muara Jalan Bumi Raya.
Dua titik lainnya berada di Jalan Lingkar Selatan, masing-masing di sekitar Perumahan Bundaran Balanga dan Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Sementara satu titik tambahan berada di Jalan Bawi Jahawen.
Suhardiyono mengungkapkan, pengerjaan di Jalan Bawi Jahawen simpang Jalan Pelita Barat telah dilakukan dengan mengeruk parit sepanjang sekitar delapan meter. Namun, pekerjaan belum dapat dilanjutkan karena saluran kembali dipenuhi lumpur.
“Pengerukan parit untuk embung darurat di Jalan Bawi Jahawen simpang Jalan Pelita Barat sudah dikerjakan sepanjang delapan meter, namun saluran airnya tidak bisa dilanjutkan karena lumpurnya kembali lagi,” bebernya.
Selain pengerjaan embung dan saluran air, alat berat juga dikerahkan ke kawasan Jalan Tjilik Riwut kilometer 8. Pekerjaan di lokasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk pengerukan, tetapi juga membuat penyekatan guna menghambat pergerakan api agar tidak semakin meluas.
Upaya penambahan sumber air ini menjadi penting karena kemarau panjang membuat sejumlah parit dan embung di wilayah Kotim mulai mengering. Kondisi tersebut turut menyulitkan petugas dalam memperoleh sumber air untuk mendukung proses pemadaman karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah. (f1/sb)