Kenaikan NTP dan NTUP Pemicu Inflasi Kalteng Naik 0,33 Persen
SB, PALANGKA RAYA - Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah telah merilis angka inflasi terbaru pada beberapa kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Menurut kepala BPS Kalimantan Tengah, Eko Marsoro, inflasi Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Kalimantan Tengah selama Februari 2023 naik sebesar 0,33 persen dibandingkan Januari 2023.
NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. Penyebab naiknya NTP karena terjadi kenaikan nilai tukar pada beberapa subsektor seperti tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, dan perikanan. Sementara itu, peternakan merupakan satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan nilai tukar sebesar 1,52 persen.
"Februari 2023 terjadi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalimantan Tengah sebesar 0,38 persen. Peningkatan disebabkan karena meningkatnya indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,71 persen. Sementara itu, kelompok transportasi merupakan satu-satunya yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,27 persen," ujarnya.
Terkait dengan nilai tukar, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalimantan Tengah juga mengalami peningkatan sebesar 0,62 persen, dari 119,07 (Januari 2023) menjadi 119,81 (Februari 2023). NTUP merupakan indikator yang menunjukkan daya beli usaha rumah tangga pertanian di pedesaan. Peningkatan NTUP ini dapat menjadi indikator positif mengenai kondisi usaha rumah tangga pertanian di Kalimantan Tengah.
Selain itu lanjut Eko Marsoro, peningkatan harga yang terjadi di Kalimantan Tengah selama Februari 2023 juga berdampak pada kemampuan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan yang matang dalam menentukan kebijakan yang dapat mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas perekonomian di Kalimantan Tengah.
"Dalam hal ini, pemerintah diharapkan dapat melakukan upaya-upaya yang efektif untuk mengendalikan kenaikan harga di Kalimantan Tengah. Perlu Upaya Penguatan Infrastruktur dan Kebijakan yang Efektif untuk Menekan Kenaikan Harga di Kalimantan Tengah," tutupnya. (aya/ok)