Dua Helikopter Siap Bantu Penanganan Karhutla di Kotim
SB, SAMPIT – Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak hanya mengandalkan pasukan dan armada di darat. Dua helikopter disiapkan untuk membantu memadamkan titik api dari udara melalui metode water bombing.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pihaknya menerima informasi dua helikopter akan didatangkan dari Palangka Raya untuk mendukung penanganan karhutla.
“Informasinya hari ini mudah-mudahan dua helikopter didatangkan untuk water bombing,” kata Halikinnor.
Menurutnya, bantuan dari udara sangat dibutuhkan untuk titik api yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
“Kalau titik apinya jauh dan tidak mungkin kita lakukan pemadaman lewat jalur darat, kita berharap water bombing bisa membantu,” ujarnya.
Di tengah upaya pemadaman, Halikinnor juga meminta perusahaan tidak tinggal diam. Ia mengapresiasi perusahaan yang telah ikut membantu pemerintah menangani karhutla.
Salah satunya Grup Musim Mas yang disebut telah menyewa helikopter water bombing serta mengerahkan armada tangki untuk membantu pemadaman.
“Grup Musim Mas sampai menyewa helikopter water bombing. Mereka juga membantu tangki dan hari ini kembali membantu dua armada,” katanya.
Namun, Halikinnor menegaskan tidak semua perusahaan akan mendapat apresiasi jika tidak ikut berkontribusi. Pemerintah daerah akan mencatat seluruh bentuk dukungan perusahaan dan mengevaluasi pihak yang dinilai tidak peduli terhadap karhutla.
“Semua bantuan kita catat, perusahaan mana saja dan bantuannya apa saja,” tegasnya.
Terlebih jika kebakaran terjadi di dalam wilayah konsesi perusahaan. Menurut Halikinnor, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kalau di wilayah konsesinya terbakar tetapi perusahaan tidak peduli, ini akan menjadi catatan kita. Nanti kita evaluasi, termasuk dari sisi perizinannya,” ujarnya.
Halikinnor menegaskan, karhutla bukan persoalan yang bisa diselesaikan pemerintah seorang diri. Perusahaan dan masyarakat harus ikut bergerak sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
“Jangan sampai nanti rumah sudah kena baru kita tahu berapa kerugian dan penderitaannya. Ini harus kita tangani bersama,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan aksi pembakaran lahan yang disengaja.
“Kalau ada yang membakar dengan sengaja, segera informasikan kepada aparat terdekat. Bisa polisi, TNI, camat atau pemerintah desa,” pintanya.
Halikinnor menegaskan, pembakaran lahan secara sengaja akan ditindak karena dapat menimbulkan dampak luas dan berpotensi melanggar aturan lingkungan hidup.
“Kalau sengaja membakar, kita akan tindak. Dampaknya luas dan bisa masuk pelanggaran undang-undang lingkungan hidup,” pungkasnya. (f1/sb)