Lewati ke konten utama
HUKUM

Karhutla Merembet ke Pemukiman, Dua Rumah di Sampit Terdampak

Redaksi 16-09-2026, 14:08 WIB 2 menit baca
Petugas berusaha memadamkan karhutla yang merembet ke pemukiman warga. (FOTO: ISTIMEWA)
Petugas berusaha memadamkan karhutla yang merembet ke pemukiman warga. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam kawasan permukiman di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, api dari kebakaran lahan merambat ke dua bangunan rumah di Jalan Pengaringan Permai, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (15/9/2026).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.03 WIB di kawasan Kompleks Perumahan Ariyaga Jalur XI. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar bagian dapur salah satu rumah berukuran sekitar 3x6 meter yang sebagian besar berbahan kayu. Api juga merambat hingga membakar bagian plafon rumah.

“Dugaan sementara api berasal dari kebakaran lahan di belakang rumah, kemudian merambat ke bangunan. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di tempat,” kata Kepala Peleton I Disdamkarmat Kotim, Akhmad Ilham Wahyudi.

Selain rumah tersebut, satu bangunan yang berada persis di sebelahnya juga terdampak. Api membakar bagian plafon rumah tersebut.

Petugas berjibaku sekitar satu jam untuk melokalisir kobaran api. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Setelah pendinginan, kami lakukan pemeriksaan menyeluruh dan penyiraman kembali pada lahan di sekitar rumah yang terbakar untuk memastikan situasi aman,” ujarnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Disdamkarmat Kotim mengerahkan satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil tangki. Upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari Tim Posko Penanggulangan Karhutla Kotim serta suplai air dari perusahaan swasta.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sementara total kerugian material yang dialami pemilik rumah masih dalam proses pendataan.

Kebakaran bangunan yang dipicu rambatan karhutla ini bukan kali pertama terjadi di Kotim. Sejumlah kejadian serupa sebelumnya juga terjadi ketika api dari lahan terbakar mendekati kawasan permukiman.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla tidak hanya berdampak terhadap lahan dan lingkungan, tetapi juga dapat merembet hingga mengancam keselamatan warga serta bangunan di kawasan permukiman.

Warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan karhutla diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama selama kondisi kemarau dan cuaca kering masih berlangsung. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard