Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Serius Tangani Karhutla, Armada Perusahaan Dikerahkan Bantu Pemadaman

Redaksi 16-09-2026, 17:08 WIB 2 menit baca
Pemkab Kotim bersama pihak perusahaan melaksanakan rakor pengendalian karhutla. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Pemkab Kotim bersama pihak perusahaan melaksanakan rakor pengendalian karhutla. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan penanggulangan karhutla sekaligus menjadi evaluasi terhadap upaya pemadaman dan pendinginan yang selama ini dilakukan yang digelar bersama perusahaan perkebunan, Rabu (16/9/2026).

“Kita melaksanakan rapat koordinasi lanjutan mengenai penanggulangan bencana karhutla. Kemarin kita melanjutkan status tanggap darurat, dan hari ini kita rapat evaluasi dengan mengundang seluruh perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Kotim,” kata Halikinnor.

Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi dalam pemadaman karhutla adalah keterbatasan sumber air, terutama pada lokasi kebakaran yang berada jauh dari sungai maupun sumur.

Pemerintah daerah, kata Halikinnor, telah memetakan sejumlah titik api yang sulit dijangkau armada pemadam. Untuk itu, perusahaan yang lokasinya paling dekat dengan titik kebakaran diminta membantu melakukan pemadaman.

“Kita buka peta, ada satu-dua titik yang memang berada jauh dari jangkauan kita. Misalnya ada yang sekitar 10 kilometer dari sumber air, baik sungai maupun sumur. Kita minta bantuan perusahaan terdekat dari titik api tersebut untuk bisa melakukan pemadaman,” ujarnya.

Halikinnor menyebut, penanganan juga difokuskan pada sejumlah wilayah yang berada di sekitar pusat Kota Sampit, termasuk Kecamatan Baamang, Mentawa Baru Ketapang dan Seranau yang mulai ditemukan tambahan titik api.

Untuk memperkuat armada di lapangan, Pemkab Kotim meminta masing-masing perusahaan mengirimkan satu armada lengkap dengan peralatan pendukung, termasuk tangki air.

“Kita minta bantuan perusahaan untuk mengirim armadanya, masing-masing satu perusahaan satu armada lengkap dengan perlengkapannya dan tangki. Ini upaya karena kita mengalami kesulitan dalam pemadaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi kemarau membuat sumber air semakin terbatas. Bahkan, kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi mulai mendekati permukiman warga.

“Ada perumahan warga yang dapurnya sudah terkena karena kesulitan air. Ini musim kering, jadi semua mengering. Sehingga kita hanya air Mentaya yang bisa kita manfaatkan untuk pemadaman tersebut,” ungkapnya.

Halikinnor menyampaikan, perusahaan perkebunan telah menyatakan kesiapannya membantu pemerintah daerah. Armada perusahaan diharapkan mulai dikerahkan hingga beberapa hari ke depan untuk memperkuat penanganan karhutla.

“Alhamdulillah semua perusahaan juga sepakat membantu hari ini sampai besok untuk mengirimkan armadanya masing-masing,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard