UIN Palangka Raya Bahas Geopolitik Global, Mahasiswa Diajak Pahami Perubahan Dunia
SB, PALANGKA RAYA – Mahasiswa UIN Palangka Raya diajak memahami perubahan peta geopolitik dunia melalui kuliah umum bertema “Indonesia dalam Konstelasi Geopolitik Global Pasca Perang Dingin” di Gedung Hasupa UIN Palangka Raya, Rabu (16/9/2026).
Kuliah umum tersebut dibuka Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah, Lisda Arriyana, yang mewakili Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden.
Lisda mengatakan, perkembangan dunia tidak bisa dipisahkan dari kehidupan dan pembangunan di Kalimantan Tengah.
“Geopolitik global berkaitan dengan banyak hal di Kalimantan Tengah, mulai dari sumber daya alam, investasi, hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Lisda.
Menurut dia, mahasiswa perlu melihat perubahan global secara luas dan kritis. Namun, pemahaman tersebut tetap harus dibarengi dengan nilai kebangsaan dan kearifan lokal.
“Generasi muda harus mampu melihat perubahan dunia secara luas, kritis,dan objektif,” ujarnya.
Lisda juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai Huma Betang, terutama semangat kebersamaan, menghargai perbedaan, persatuan, dan gotong royong.
“Nilai Huma Betang tetap relevan untuk menghadapi dunia yang semakin kompleks,” katanya.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu membaca perubahan zaman. Kampus juga diharapkan terus melahirkan gagasan dan sumber daya manusia yang mendukung pembangunan Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Rektor UIN Palangka Raya Ahmad Dakhoir mengatakan kuliah umum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan tentang hubungan internasional dan perkembangan geopolitik dunia.
“Kami ingin mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas dalam melihat berbagai perubahan global,” ujar Ahmad.
Kuliah umum menghadirkan Kepala Bagian Acara Biro Protokol Sekretariat Presiden RI Mujaddid Akbar sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda Kalimantan Tengah dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Palangka Raya. (sb/*)