Lewati ke konten utama
Pemkab Katingan

Mamapas Lewu Huma, Tradisi Dayak yang Terus Dijaga di Katingan

Redaksi 18-09-2026, 10:25 WIB 1 menit baca
Asisten II Bupati Katingan, Adventus menghadiri acara ritual Memapas Lewu Huma di Desa Tumbang Kalemei. (FOTO: ISTIMEWA)
Asisten II Bupati Katingan, Adventus menghadiri acara ritual Memapas Lewu Huma di Desa Tumbang Kalemei. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, KASONGAN - Tradisi adat Mamapas Lewu Huma kembali digelar masyarakat Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (17/9/2026).

Ritual ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat Hindu Kaharingan untuk membersihkan lingkungan secara adat sekaligus memohon keselamatan dan menolak bala.

Asisten II Kabupaten Katingan, Adventus, yang hadir mewakili pemerintah daerah, mengatakan tradisi seperti Mamapas Lewu Huma perlu terus dijaga.

“Tradisi dan budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas masyarakat. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikannya,” kata Adventus.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Polres Katingan, Camat Katingan Tengah, Forkopimcam, serta tokoh adat.

Selain menjadi ritual adat, Mamapas Lewu Huma juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

Tokoh masyarakat dan generasi muda diharapkan terus mengenal serta menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.

Dengan tetap dilaksanakannya ritual adat ini, nilai-nilai budaya Dayak di Kabupaten Katingan dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard