Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Alkon dan Peralatan Pemadam Karhutla Langka, BPBD Kotim Kesulitan Tambah Stok

Redaksi 29-09-2026, 14:07 WIB 2 menit baca
Kepala BPBD Kotim, Imam Subekti
Kepala BPBD Kotim, Imam Subekti

SB, SAMPIT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya kelangkaan alat pemadam seperti alkon, selang, nozzle, dan perlengkapan lainnya.

Kepala BPBD Kotim Imam Subekti mengatakan, pihaknya telah berupaya mencari peralatan tersebut melalui sejumlah rekanan, toko, hingga pembelian secara daring. Namun, tingginya kebutuhan dari berbagai daerah membuat ketersediaan barang di pasaran terbatas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa rekanan. Kemarin sudah mendapatkan barang, tetapi untuk berikutnya rekanan juga kesulitan karena semua kabupaten dan kota yang menangani karhutla sedang memesan barang yang sama,” ujar Imam.

Menurutnya, BPBD Kotim masih berupaya mendapatkan tambahan peralatan dalam satu hingga dua hari ke depan. Kebutuhan tersebut antara lain alkon, selang, nozzle, serta perlengkapan pemadaman lainnya.

“Kami cari informasinya di toko dan online. Tapi online juga tidak semuanya sanggup menyediakan karena semua kabupaten membutuhkan. Bahkan teman-teman yang berangkat ke Palangka Raya, ketika sampai barangnya sudah dibeli orang lain,” katanya.

Imam menyebut, pencarian peralatan juga telah dilakukan hingga ke Banjarmasin, Surabaya, dan Jakarta. Namun, persoalannya bukan hanya menemukan barang, melainkan memastikan barang tersebut benar-benar tersedia dan dapat segera dikirim.

Ia menilai, kondisi tersebut membuat BPBD harus selektif dalam mendistribusikan peralatan yang tersedia kepada kecamatan, masyarakat peduli api (MPA), organisasi perangkat daerah (OPD), maupun tim relawan.

“Masih belum meng-cover semuanya. Pemerintah kecamatan dan relawan masih banyak yang membutuhkan. Kita selektif, dalam artian memberikan yang memang sudah ada di kita,” ungkap Imam.

Ia mengatakan, ketersediaan alkon di BPBD juga terus berkurang karena sebagian telah didistribusikan untuk mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

“Untuk alkon, kalau kita punya puluhan. Tapi sudah kita distribusikan ke kecamatan, MPA, dan OPD yang membutuhkan. Hari ini saja kami mendapat informasi, sisa empat alkon. Dua diberikan kepada relawan dan satu kepada MPA, sehingga tinggal satu. Mudah-mudahan besok ada lagi barang yang masuk,” tuturnya.

Selain alkon, BPBD Kotim juga telah melakukan pengadaan 31 unit peralatan baru yang kini telah didistribusikan. Sementara untuk selang, pengadaan baru yang tersedia sebanyak 43 unit, sedangkan sebagian lainnya masih menggunakan stok lama.

Imam mengatakan, peralatan pemadam juga telah melekat pada sejumlah kendaraan pemadam dan fasilitas pendukung yang ditempatkan di beberapa lokasi strategis, seperti Bandara H. Asan, Pertamina, dan kawasan pelabuhan.

“Barang-barang yang ada di kita sudah ada yang menempel di mobil. Mobil kita juga sudah ada alkonnya. Termasuk yang ditempatkan di Bandara, Pertamina, KP3 dan lokasi lainnya,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard