Gubernur Salurkan 1.000 Paket Sembako ke Warga Sawahan Terdampak Karhutla
SB, SAMPIT - Sebanyak 1.000 paket bantuan pangan dari Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (10/10/2026).
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan barang dan proses distribusi di lapangan. Ia memastikan seluruh masyarakat yang menjadi sasaran akan mendapatkan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kalau masalah bantuan ini, saya pastikan dapat semua, cuma waktunya saja,” kata Agustiar.
Ia menjelaskan, bantuan belum dapat disalurkan secara bersamaan karena sebagian barang masih dalam proses pengemasan, sementara sejumlah kebutuhan lainnya belum tiba di lokasi penyaluran.
Sementara itu, Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah menyampaikan, sebanyak 1.000 paket bantuan pangan dari gubernur disalurkan dalam kegiatan tersebut.
Selain bantuan pangan, masyarakat juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian masker dan vitamin, serta bantuan air bersih untuk membantu mengurangi dampak karhutla.
Menurut Irpansyah, proses penyaluran bantuan harus disertai pendataan yang cermat agar bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat sesuai sasaran. Hal ini juga penting karena dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pelayanan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
“Penerima KHBS yang dilayani berjumlah 804 orang, dengan mekanisme dan sasaran berbeda dari bantuan pangan gubernur,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendataan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penerimaan bantuan ganda melalui skema yang berbeda. Terlebih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang memiliki jumlah penduduk mencapai 109.185 jiwa yang tercatat dalam 35.185 kepala keluarga (KK).
Adapun jumlah penerima KHBS tahap kedua di kecamatan tersebut mencapai sekitar 3.899 keluarga penerima manfaat (KPM). Jumlah tersebut merupakan cakupan program KHBS di tingkat kecamatan dan berbeda dengan jumlah warga yang dilayani dalam kegiatan di Kelurahan Sawahan.
“Data harus jelas supaya warga yang sudah menerima KHBS tidak menerima bantuan pangan lagi. Ini untuk menghindari bantuan ganda,” tegas Irpansyah.
Pemerintah berharap penyaluran bantuan pangan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi karhutla yang berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas warga.
Penyaluran bantuan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan distribusi serta hasil pendataan, sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. (f1/sb)