Lewati ke konten utama
HUKUM

Review dan Optimalisasi Program Kelayan Binter

Redaksi 12-10-2026, 17:27 WIB 1 menit baca
Foto bersama setelah FGD yang digelar Balai Pemasyarakatan Pangkalan Bun, pada Senin (12/10/2026). FOTO: ISTIMEWA/SB
Foto bersama setelah FGD yang digelar Balai Pemasyarakatan Pangkalan Bun, pada Senin (12/10/2026). FOTO: ISTIMEWA/SB

SB, PANGKALAN BUN – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pangkalan Bun melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) II bertema Review dan Optimalisasi Program Kerja Kelayan Binter di Hotel Arsela, Pangkalan Bun, Senin (12/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus memperkuat kerja sama dengan stakeholder dalam mendukung pembimbingan dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.

Diskusi melibatkan sejumlah stakeholder, di antaranya Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Dinas Ketenagakerjaan, Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat, Polsek Arut Selatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kelurahan, serta Pokmas Lipas. Berbagai dukungan disampaikan, mulai dari pendampingan budidaya ikan sistem bioflok, informasi pelatihan dan lowongan kerja, bimbingan keagamaan, edukasi hukum, hingga pendampingan perempuan dan anak. Dukungan kegiatan sosial dan usaha produktif juga menjadi bagian dari pembahasan.

Kepala Bapas Kelas II Pangkalan Bun, Tigor Immanuel Hutabalian, menyampaikan bahwa sinergi dengan stakeholder merupakan bagian penting dalam mengoptimalkan program Kelayan Binter.

“Melalui FGD II ini, kami berharap kerja sama dengan seluruh stakeholder semakin kuat dan program Kelayan Binter dapat berjalan lebih optimal. Dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk membantu Klien Pemasyarakatan meningkatkan keterampilan, membangun kepribadian yang lebih baik, serta mempersiapkan diri agar dapat kembali dan berperan positif di tengah masyarakat,” ujar Kepala Bapas.

Sebagai tindak lanjut, Bapas Kelas II Pangkalan Bun akan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk menyusun jadwal dan merealisasikan program yang telah disepakati. Pembentukan grup WhatsApp juga diusulkan untuk mempermudah komunikasi, disertai pelibatan klien dalam kegiatan kemandirian, keagamaan, kerja bakti, kegiatan sosial, dan siskamling. Melalui langkah tersebut, program Kelayan Binter diharapkan berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi Klien Pemasyarakatan. (Sb) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard