Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

ISPU Kapuas Tercatat 4.850, BPBD Imbau Warga Waspadai Bahaya Kabut Asap

Redaksi 12-10-2026, 18:47 WIB 1 menit baca
ISPU Kapuas Tercatat 4.850, BPBD Imbau Warga Waspadai Bahaya Kabut Asap

SB, KUALA KAPUAS – Kualitas udara di Kabupaten Kapuas tercatat dalam kategori berbahaya berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Senin (12/10/2026) pukul 07.00 WIB.

Data pada aplikasi ISPU menampilkan angka 4.850 dengan parameter kritis PM10, yang menunjukkan kondisi pencemaran udara serius dan memerlukan penanganan cepat.

Data tersebut juga memperlihatkan angka PM2.5 sebesar 1.313, SO₂ sebesar 5, CO sebesar 23, O₃ sebesar 7, NO₂ sebesar 20, dan HC sebesar 0. Sementara itu, suhu tercatat 26 derajat Celsius dengan kelembapan 95,17 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama terhadap kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, khususnya bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Jika harus beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus dan membatasi paparan asap.

BPBD Kapuas juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah karena dapat memperburuk pencemaran udara. Warga yang melihat titik api atau aktivitas pembakaran diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti.

Selain itu, pengguna jalan diminta berhati-hati ketika berkendara di tengah kabut asap, menjaga jarak pandang, serta menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi di lapangan.

BPBD Kapuas mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan perkembangan penanganan karhutla.

Kewaspadaan dan partisipasi masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kesehatan serta mencegah kondisi kabut asap semakin memburuk di Kabupaten Kapuas. (f4/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard