Irawati Minta Menhut Tambah Waktu Tinjau Karhutla Kotim, Berharap Ada Solusi Permanen
SB, SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, berharap Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menambah waktu kunjungan kerja di Kotim agar dapat melihat langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk kendala pemadaman yang dihadapi petugas di lapangan.
Irawati menilai, waktu kunjungan yang diperkirakan hanya sekitar satu setengah jam belum cukup untuk menggambarkan secara menyeluruh kondisi karhutla di wilayah Kotim, terutama di kawasan gambut yang membutuhkan penanganan ekstra.
“Kami ingin menyampaikan kondisi di lapangan, kondisi riil bagaimana kami memadamkan karhutla. Harapan kami, ada tambahan waktu agar persoalan yang kami hadapi bisa disampaikan secara langsung,” ujar Irawati saat memimpin rapat persiapan kunjungan kerja Menteri Kehutanan, Senin (12/10/2026).
Kunjungan Raja Juli Antoni merupakan bagian dari agenda kerja di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada 12–16 Oktober 2026. Menteri Kehutanan dijadwalkan tiba di Kotim pada Senin malam, kemudian melanjutkan peninjauan lapangan pada Selasa (13/10/2026).
Dalam rapat persiapan tersebut, Pemkab Kotim membahas sejumlah alternatif lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama kawasan dengan kebakaran cukup parah dan tingkat kerawanan tinggi.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Seranau. Kawasan ini memiliki hamparan hutan dan lahan gambut yang luas sehingga penanganan kebakaran membutuhkan upaya lebih intensif.
Selain Seranau, pemerintah daerah juga menyiapkan kawasan Camba sebagai alternatif lokasi peninjauan. Menurut Irawati, kebakaran di wilayah tersebut masih berlangsung meskipun petugas telah melakukan pemadaman sejak siang hingga malam hari. Pemkab Kotim bahkan kembali mengerahkan dua regu untuk membantu menangani kebakaran.
“Kami berharap Menteri Kehutanan bisa melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan, termasuk kesulitan yang dihadapi petugas saat melakukan pemadaman, khususnya di kawasan gambut,” ungkapnya.
Pemantauan terhadap sejumlah titik kebakaran di Seranau juga terus dilakukan. Berdasarkan pemantauan sistem Sipongi, beberapa titik di wilayah tersebut masih menunjukkan tingkat kerawanan tinggi.
Jika waktu kunjungan tidak memungkinkan untuk menjangkau kawasan yang lebih jauh, Pemkab Kotim menyiapkan alternatif lokasi yang lebih dekat dengan pusat kota, yakni di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.
Meski demikian, Irawati berharap kunjungan Menteri Kehutanan tidak sekadar menjadi agenda peninjauan lokasi kebakaran. Lebih dari itu, ia menginginkan adanya pembahasan konkret untuk mengatasi persoalan karhutla secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin beliau hanya datang melihat kondisi karhutla. Kami juga berharap ada solusi bagaimana penanganannya secara permanen atau jangka panjang ke depan, sehingga masyarakat kita tidak terus menghadapi persoalan yang sama,” tegasnya.
Menurut Irawati, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi dalam penanganan karhutla. Ia berharap perhatian pemerintah pusat dapat berlanjut pada dukungan dan langkah strategis yang mampu memperkuat upaya pencegahan maupun pemadaman.
Pemkab Kotim pun berharap peninjauan lapangan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi kebakaran di daerah, sekaligus membuka jalan bagi solusi jangka panjang agar ancaman karhutla tidak terus berulang setiap tahun. (f1/sb)