Lewati ke konten utama
Provinsi

BMKG Sarankan Status Darurat Karhutla Kotim Dilanjutkan, Water Bombing Masih Dibutuhkan

Redaksi 30-10-2026, 11:23 WIB 2 menit baca
Pemkab Kotim melaksanakan rapat evaluasi penanganan dan status bencana karhutla. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Pemkab Kotim melaksanakan rapat evaluasi penanganan dan status bencana karhutla. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), merekomendasikan agar status darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap dilanjutkan.

Pasalnya, meskipun sejumlah wilayah telah diguyur hujan, potensi kebakaran masih cukup tinggi karena kondisi lapisan bawah tanah belum sepenuhnya basah.

Kepala BMKG H Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo mengatakan, penurunan status darurat karhutla akan berdampak terhadap sejumlah upaya penanganan, terutama dukungan operasi pemadaman melalui udara.

Menurutnya, apabila status diturunkan, dukungan water bombing dari Satgas Udara akan ditarik. Selain itu, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tidak lagi dapat digunakan untuk mendukung penanganan karhutla dalam status tersebut.

"Konsekuensinya, kalau kita menurunkan status, water bombing dari Satgas Udara akan ditarik. Kemudian, dana BTT tidak bisa digunakan. Semua personel yang ada di Satgas juga akan kembali ke masing-masing unit," jelas Mulyono, Jumat (30/10/2026).

Meski demikian, operasi modifikasi cuaca masih dapat dilanjutkan. Namun, dukungan pemadaman melalui water bombing tidak lagi tersedia apabila status darurat diturunkan.

Mulyono menjelaskan, hujan yang mengguyur Kotim dalam beberapa hari terakhir belum sepenuhnya membasahi lapisan bawah tanah.

Kondisi tersebut membuat material di lapisan bawah masih sangat mudah terbakar sehingga potensi munculnya kebakaran baru tetap perlu diwaspadai.

"Karena hujan yang kemarin turun itu belum sampai ke lapisan bawah. Jadi, lapisan bawahnya masih memiliki potensi terbakar sangat tinggi karena belum seluruhnya basah," ungkapnya.

Selain itu, Kotim saat ini memasuki masa peralihan musim atau pancaroba. Pada periode tersebut, masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, mulai dari cuaca panas, hujan lebat hingga angin kencang.

Menurut Mulyono, kondisi cuaca pada masa transisi biasanya ditandai dengan akumulasi panas selama beberapa waktu, kemudian berpotensi diikuti hujan dengan intensitas tinggi maupun angin kencang.

Ia mengimbau masyarakat agar rutin memperbarui informasi prakiraan cuaca dari BMKG serta menjaga kesehatan karena perubahan musim juga berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan.

"Perlu diantisipasi juga apabila terjadi hujan tiba-tiba disertai angin kencang. Masyarakat sebaiknya menjauhi pohon, baliho, dan bangunan tinggi karena berpotensi roboh," imbaunya.

Sementara itu, terkait kondisi jarak pandang penerbangan di Bandara H Asan Sampit, Mulyono menyebutkan, saat ini jarak pandang telah mencapai sekitar tiga kilometer setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama dua hari. Kendati demikian, asap dari wilayah Seranau masih memengaruhi jarak pandang di sekitar bandara.

"Sekarang posisinya tiga kilometer karena di Seranau masih ada asap sehingga mengganggu visibility," terangnya.

Ia menjelaskan, jarak pandang tiga kilometer sudah memungkinkan pesawat komersial untuk beroperasi. Namun, kondisi tersebut belum memenuhi kebutuhan penerbangan helikopter yang digunakan untuk mendukung pemadaman karhutla melalui water bombing.

Helikopter membutuhkan jarak pandang minimal sekitar 4,5 kilometer karena harus membawa bucket atau wadah air. Jarak pandang yang lebih luas diperlukan untuk menghindari risiko saat helikopter bermanuver di sekitar permukiman, menara, bangunan, maupun pepohonan.

Mulyono berharap kebakaran di wilayah Seranau segera tertangani sehingga asap tidak lagi mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit.

"Mudah-mudahan karhutlanya sudah selesai dan yang di seberang sudah tertangani, sehingga visibility kita tidak terganggu. Karena asap dari Seranau itu mengarah ke bandara," pungkasnya

(f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard