Pemko Palangka Raya Mulai Penilaian Kampung KEREN, 12 Lokasi Jadi Sasaran
SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya mulai menilai 12 kawasan dalam program Kampung Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Energik, Nyaman (KEREN). Penilaian dilakukan langsung ke lapangan pada 2-4 November 2026. Kelurahan Kereng Bangkirai menjadi lokasi pertama yang dikunjungi tim penilai pada Senin (2/11/2026).
Melalui program Kampung KEREN, Pemkot Palangka Raya ingin mendorong masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, memiliki ekonomi yang berkembang, serta kehidupan sosial dan keagamaan yang harmonis.
Ketua Tim Penilai Kampung KEREN, Stepanus, mengatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan program tersebut benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat.
"Kami ingin melihat langsung bagaimana unsur-unsur KEREN diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebelumnya, kami juga sudah menerima paparan mengenai berbagai potensi yang dikembangkan di kawasan ini," ujar Stepanus.
Menurutnya, penilaian tidak hanya melihat kebersihan dan penataan lingkungan. Tim juga memperhatikan perkembangan ekonomi warga, kerukunan sosial, serta keterlibatan masyarakat dalam membangun wilayahnya.
Ia menegaskan, keberhasilan Kampung KEREN tidak cukup hanya terlihat saat penilaian berlangsung. Masyarakat harus konsisten menjaga dan mengembangkan potensi wilayah agar hasilnya bisa berkelanjutan.
"Jangan hanya bagus saat penilaian. Unsur-unsur KEREN harus benar-benar terlihat dan terus dijalankan dalam kehidupan masyarakat," tegasnya.
Stepanus menjelaskan, setiap kawasan sasaran telah memiliki peta jalan pengembangan selama dua tahun. Persiapan administrasi juga dinilai berjalan baik. Namun, tim tetap akan mencocokkan dokumen perencanaan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Sebanyak 12 lokasi telah ditetapkan sebagai sasaran penilaian berdasarkan pembagian zonasi. Tim akan melakukan kunjungan secara bertahap selama tiga hari.
Melalui program ini, Pemkot Palangka Raya berharap masyarakat semakin aktif membangun lingkungan yang tertata, nyaman, religius, serta memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang. (sb/*)