Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Peran Aktif Masyarakat Diperlukan Tekan Kasus Stunting di Kalteng

Redaksi 15-04-2023, 02:12 WIB 1 menit baca
Para ibu-ibu sedang memeriksakan buah hatinya di Puskesmas terdekat. (FOTO:ISTIMEWA)
Para ibu-ibu sedang memeriksakan buah hatinya di Puskesmas terdekat. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Menekan angka stunting di Kalimantan Tengah tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, akan tetapi juga masyarakat khususnya didalam lingkungan keluarga harus berperan aktif bersama pemerintah menekan kasus tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Niksen S Bahat mengajak masyarakat terutama para ibu-ibu untuk bersama menekan kasus stunting yang kerap terjadi di Indonesia utamanya di Kalteng.

"Di Kalteng sendiri kasus stunting masih banyak terjadi, sehingga semua pihak termasuk masyarakat harus berperan aktif menekan angka stunting agar kedepan provinsi ini bisa terbebas dari stunting," ucapnya, Sabtu (15/04/2023).

Dalam upaya menekan angka stunting, para ibu baik yang sedang hamil maupun menyusui supaya aktif memeriksakan kesehatan kandungan maupun anak-anaknya ke fasilitas kesehatan seperti posyandu serta puskesmas.

“Ibu hamil juga harus sering mengonsumsi makanan-makanan sehat, dan bagi ibu menyusui atau yang memiliki anak supaya senantiasa memperhatikan gizi yang diberikan kepada anak-anaknya selalu terpenuhi dengan baik,” ucapnya.

Selain ibu hamil dan juga balita akan tetapi sambung Niksen, yang paling penting dalam menurunkan angka stunting adalah dengan memberikan edukasi kepada calon pengantin (Catin), apakah pas usianya untuk menikah dan lain sebagainya.

"Peran orang tua juga sangat penting dalam menekan kasus stunting ini, perhatikan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, sebab stunting ini terjadi salah satunya kekurangan gizi. Jadi gizi bagi anak baik selagi masih dalam kandungan hingga sudah lahir itu penting selalu dipenuhi," jelasnya.

Di sisi lain, ia juga mengharapkan kepada pemerintah melalui instansi terkait supaya dapat terus menggencarkan sosisalisasi kepada masyarakat utama para ibu mengenai pemberian gizi seimbang kepada ibu hamil maupun anak-anak. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard