Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Keberadaan Bandara di Kobar Percepat Pembangunan Ekonomi

Redaksi 30-08-2023, 02:26 WIB 1 menit baca
Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Abdul Razak. (FOTO:ISTIMEWA)
Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Abdul Razak. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Disela-sela melakukan kegiatan reses perseorangan dalam Masa Sidang II Tahun 2023 Dapil Kalteng III di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Wakil Ketua I DPRD Kalteng Abdul Razak menyampaikan, bahwa keberadaan bandara baru di Kobar tentunya sangat vital, dalam mempercepat pembangunan ekonomi di Kalteng bagian barat.

"Mengapa vital, Karena Kabupaten Kobar merupakan pintu gerbang perekonomian Provinsi Kalteng bagian Barat. Lantaran saat ini di Kabupaten Kobar banyak berdiri kawasan industri Hilir, sehingga perlu adanya penunjang tranportasi," ucap Abdul Razak, Selasa (29/08/2023).

Karena itulah, menurut Abdul Razak, sejak tahun 2013 dan Pemkab Kobar telah merencanakan pembangunan bandara baru yang letaknya di desa Sebuai Kecamatan Kumai.

"Sehingga bila nantinya bandara baru tersebut terealisasi, Kabupaten Kobar bisa memiliki kemudahan dalam hal akses keluar dan masuk dalam hak transportasi, selain Pelabuhan penumpang kelas IV yaitu Pelabuhan Panglima Utar Kumai," katanya.

Abdul Razak mengungkapkan, bahwa dengan adanya bandara baru di Kobar tentu saja akan dapat meningkatkan perekonomian, karena akses dari udara bisa terealisasi dan masyarakat yang berada disekitar juga akan menerima dampak positif.

Lanjutnya, Dengan luasan 2.500 hektar lahan yang telah tersedia guna pembangunan bandara tersebut, apabila terwujud tentunya Kabupaten Kobar bisa memiliki bandara baru dengan taraf Internasional.

"Agar cita-cita ini terwujud, maka diperlukan peran aktif Pemkab Kobar untuk menindak lanjuti berbagai hal, terutama kendala apa saja yang menyebabkan pembangunan bandara baru tersebut masih belum terealisasi," jelas Abdul Razak.

Menurutnya, jika semua kendala dapat diselesaikan, maka rencana pembangunan Bandara baru di desa Sebuai bisa masuk dalam program rencana induk Nasional. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard