Lewati ke konten utama
Provinsi

Barsel Zona Hitam Karhutla, Kapolres: Data Satelit Titik Hotspot Rendah, Itu Asap Kiriman

Redaksi 05-10-2023, 01:40 WIB 2 menit baca
Kapolres Barsel, AKBP Yusfandi Usman saat memperlihatkan sejumlah titik api melalui aplikasi satelit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Kapolres Barsel, AKBP Yusfandi Usman saat memperlihatkan sejumlah titik api melalui aplikasi satelit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, BUNTOK – Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bahkan beberapa kabupaten berstatus tanggap darurat.

Dalam waktu dua pekan ini, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) masuk zona hitam karhutla. Namun berdasarkan satelit titik api di wilayah tersebut tergolong sangat minim, sehingga disebut-sebut terdampak dari kabupaten tetangga.

“Hasil monitor dari aplikasi satelit mengatakan Hotspot di Barito Selatan itu tidak sebanyak wilayah lain, kurang lebih ada empat hotspot dan luasannya pun sangat kecil,” ucap Kapolres Barsel, AKBP Yusfandi Usman saat diwawancara wartawan menghadiri HUT TNI ke-78 di Makorem, Kamis (5/10/2023).

Ia menyampaikan, kenapa Kabupaten Barito Selatan dalam dua pekan ini zona hitam, itu karena kiriman dari tetangga dan itu hasil titik hotspot satelit menunjukkan. Dan peta yang terjadi di lapangan pun memang seperti itu adanya, namum dampaknya masuk zona hitam.

Dan menurutnya, kalau di Barsel titik hotspot kebanyakan terjadi di Kecamatan Janamas, yaitu Rantau Kujang dan Desa Tabak. Dan Kabupaten Barsel ini berada di tengah-tengah yaitu berbatasan dengan Kabupaten Kapuas, Baritu Utara dan Barito Timur.

“Polres Barsel, dalam hal ini kita sudah bekerja sama melakukan pemadaman dengan BPBD, DLH dan dibantu Polri. Selain itu juga kita sudah membuat kesepakatan dengan beberapa perusahaan, apabila terjadi di lingkungan setempat perusahaan mempunyai kewajiban membantukan pemadaman,” ungkapnya.

Dirinya mencontohkan, beberapa waktu PT MUTU dan Adaro melakukan pembantuan, artinya dalam hal itu sangat terbantu dalam pencegahan dan pemadaman karhutla dari pihak perusahaan.

“Sosialisasi kita sudah melaksanakan terus, Alhamdulillah titik hotspot di Kabupaten Barito Selatan tidak terlalu banyak. Karena kesadaran masyarakat sudah meningkat dalam pembukaan lahan,” tutur AKBP Yusfandi Usman.

Pria berpangkat melati dua dipundak itu menambahkan, Pj Bupati juga sudah mengeluarkan surat edaran wajib menggunakan masker dan Dinas Pendidikan juga membatasi jam pembelajaran, yang mana dari kelas 3 keatas bisa masuk dan selebihnya libur. Sedangkan jam ASN masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 14.00 WIB.

“Kami harapkan masyarakat terlibat dalam pencegahan karhutla ini, yaitu dengan memadamkan api apabila menemukan di lingkungan tempat tinggal dan melaporkan apabila menemukan orang melakukan pembakaran,” pintanya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard