Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Kabut Asap Masih Tebal, Hujan Dengan Intensitas Tinggi Baru Kurangi Polusi Udara

Redaksi 06-10-2023, 12:23 WIB 1 menit baca
Asisten l Setda Kotim, Rihel. (FOTO:ISTIMEWA)
Asisten l Setda Kotim, Rihel. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kebakarakan hutan dan lahan (Karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim) masih terus berlanjut, hal tersebut berdampak pada kualitas udara yang menjadi tercemar akibat polusi udara dari asap kebakaran.

Kabut asap tebal sudah beberapa hari terakhir menyelimuti Kota Sampit di pagi hari, akibat dari kabut asap tersebut membuat jarak pandang bagi para pengendara menjadi terbatas, dan tingkat pencemaran udara di kotim sudah masuk ke level tidak sehat.

"Kabut asap mengalami peningkatan di malam hari sekitar pukul 11 dan kembali meningkat di pagi hari sekitar pukul 6 pagi, setelahnya kabut akan mulai menipis menjelang siang hari, hal tersebut disebabkan oleh angin dan suhu udara," kata Asisten l Setda Kotim, Rihel, Jumat (06/10/2023).

Asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut berdampak buruk bagi kesehatan, karena beresiko meningkatnya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Hal tersebut dapat dilihat dari Particulate Matter (PM) pada diagram ISPU.

Menurut Rihel, kabut asap yang terjadi saat ini dapat hilang secara alami dengan turunnya hujan dengan intensitas yang tinggi dalam jangka waktu cukup lama dan merata. Sehingga api dari kebakaran hutan dan lahan bisa padam.

"Cara alami sebenarnya hanya dengan menggunakan hujan dengan intensitas tinggi dan harus benar-benar lebat dalam beberapa hari. Seperti yang sempat terjadi kemarin, namun hujan kemarin hanya tidak begitu lama," ucap Rihel.

Kualitas udara yang buruk tidak hanya berdampak bagi kesehatan manusia saja, tapi juga berdampak bagi hewan dan tumbuhan yang juga merasakan. Karena polusi udara yang terbawa angin akan sangat membahayakan bagi pernapasan. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard