Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Sempat Diguyur Hujan, Kualitas Udara di Kotim Tetap Berbahaya

Redaksi 06-10-2023, 12:58 WIB 1 menit baca
Tampak ISPU Kotim masih bersatatus berbahaya. (FOTO:ISTIMEWA)
Tampak ISPU Kotim masih bersatatus berbahaya. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Hujan yang mengguyur Kota Sampit dan sekitarnya pada Kamis sore (5/10/2023) kemarin belum memberikan dampak signifikan pada perbaikan kualitas udara di wilayah Kotawaringin timur (Kotim). Tercatat, pagi ini Jumat (5/10/2023) kualitas udara di Kotim masih kategori beebahaya.

Berdasarakan data ISPU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan stasiun pantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, indeks standar pencemaran udara (ISPU) menunjukkan 346 particulate meter 2,5 (PM2,5) berwarna hitam pukul 06.00 WIB dengan kualitas udar tidak sehat.

"ISPU pukul 06:00 WIB masih menunjukan angka 346 PM 2,5. Hujan dianggap efektif untuk menurunkan kadar ISPU. Namun, begitu hujan berhenti, ISPU kembali melonjak,” jelas Sekretaris DLH Kotim, Joni Parwoto pada Jumat (6/10/2023).

Ia menjelaskan, Jumat dini hari sekitar pukul 04:30 disejumlah titik dalam Kota Sampit tidak terpantau kabut tebal hanya kabut tipis yang tak mengganggu jarak pandang yang signifikan.

Namun PM 2,5 menunjukkan adanya debu partikel berukuran 2,5 mikro meter dan tak dapat dilihat secara kasat mata. Ia juga memperkirakan ISPU akan terus meningkat pada dini hari.

"Waluapun hujan deras Ispu tetap naik pada dini hari. Kondisi ini masih kategori bahaya walupun kabut asap menipis,” tegasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard