Lewati ke konten utama
Provinsi

Ketua DAD Kalteng Imbau Masyarakat Menahan Diri dan Mendukung Kebijakan Pemerintah

Redaksi 09-10-2023, 06:22 WIB 1 menit baca
Ketua DAD Kalteng, H Agustiar Sabran saat meninjau korban luka di rumah sakit. (FOTO:ABU)
Ketua DAD Kalteng, H Agustiar Sabran saat meninjau korban luka di rumah sakit. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah Tengah (Kaleng), H Agustiar Sabran mengimbau aparat kepolisian dan masyarakat untuk terus menahan diri dan bersinergi menciptakan ketentraman dan ketertiban di daerah konflik.

Imbauan ini menyikapi konflik antara masyarakat dengan perusahaan di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan terkait realisasi plasma 20 persen.

"Kita menyayangkan dan prihatin dengan bentrokan yang terjadi, hingga ada korban jiwa. Kita meminta semua manahan diri dan harus bersatu menjaga kondusifitas Kalteng. Ini menjadi perhatian kita semua,” kata Ketua DAD Kalteng, H Agustiar Sabran saat diwawancarai wartawan pada Minggu (8/10/2023).

Dirinya menegaskan, pihaknya mendukung penuh kebijakan yang sudah diambil pemerintah daerah dan instansi vertikal terkait, agar konflik yang terjadi antara masyarakat dengan PT HMBP di Desa Bangkal, segera diselesaikan.

"Kami mendukung penuh kebijakan yang telah diambil pemda dan instasi terkait. Selama untuk kebaikan, kedamaian kemaslahatan kita bersama kami tetap dukung penuh,” terangnya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat dan aparat kepolisian untuk memperhatikan informasi dan laporan yang masuk berkenaan dengan maraknya keberadaan oknum ormas-ormas baik yang mengatasnamakan masyarakat Dayak dan lainnya.

"Maka dengan kerendahan hati kami minta untuk turut serta memberikan ketenangan dan keteduhan bagi anggotanya. Beri ruang bagi pemda untuk bekerja sesuai ketentuan. Hormati kelembagaan Adat Dayak di Kalteng dukung lembaga adat utk memberikan keteduhan pasca konflik demi kedamaian bersama,” tegasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard