Kotim Masih Kemarau Kering, Berpotensi Karhutla Terus Terjadi
SB, SAMPIT - Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merilis peringatan dini cuaca di Kotawaringin Timur (Kotim).
Dalam rilis itu disebutkan cuaca cerah berawan pada periode 23 Oktober sampai 25 Oktober dan berpotensi terjadi hujan ringan sedang di wilayah Utara, Tengah dan Selatan Kotim.
"Secara pola dari 1 Oktober sampai 22 Oktober hotspot semakin menurun. Tanggal 26-31 masih panas dalam arti masih cukup kering dengan potensi karhutla masih cukup tinggi. Cuacanya tidak berhujan namun cerah berawan,” kata Kepala BMKG Sampit Musuhanaya melalui Prakirawan BMKG Sampit Mulyono Leo Nardo pada Senin (23/10/2023).
Ia menjelaskan, perkiraan curah hujan dasarani 1 untuk wilayah Kotim diawal November dengan curah hujan menengah. Kemudian sifat hujan bawah normal hingga normal dan kemudian meningkat di dasarani 2 November.
"Kotim masih mengalami moderat ideks el nino masih positif (Plus) sampai akhir tahun jadi kemungkinan di November dasarani 1 dan 2 kita mengalami hari tanpa hujan (HTH) diperkirakan 1 sampai 5 hari. Begitupun demgan angin timuran yang saat ini masih mendominasi akan melemah pada November,” ujar Mulyono.
Ia juga menegaskan, kondisi kemarau kering bukan hanya dipengaruhi oleh El Nino, namun ada faktor Indian Ocean Dipole (IOD). IOD terdeteksi semakin menguat ke arah positif sehingga kemarau tahun ini seperti fenomena yang terjadi 2019.
"BMKG dan beberapa pusat iklim memprediksi IOD positif tetus hingga awal 2024. Artinya kita memasuki hujan normal namun tidak menerus ada kekringan yang cukup lama nantinya dan itu nanti di November dan Desember,” tukasnya. (f1/sb)