UPT PPOT Dinkes Kalteng Menuju Badan Layanan Umum Daerah
SB, PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah sangat mendukung pengembangan obat tradisional sebagai potensi kekayaan alam yang aman dan bermanfaat untuk kesehatan serta kesejahteraan, dengan dibentuknya UPT Pusat Pengembangan Obat Tradisional (PPOT) Dinas Kesehatan Kalteng.
Pengembangan tanaman obat ini selain berupa produksi simplisia, pelayanan kesehatan tradisional, fungsi pendidikan juga taman rekrasi/wisata edukasi bagi anak sekolah, mahasiswa dan masyarakat.
Melalui UPT Pusat Pengembangan Obat Tradisional (PPOT) Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng berupaya mendorong pengembangan inovasi pelayanan kesehatan tradisional yang berkualitas, bermutu, aman dan bermanfaat dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Kalimantan Tengah.
Dengan harapan nantinya UPT Pusat Pengembangan Obat Tradisional bisa menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Untuk mengenalkan minuman tradisional berupa jamu dari bahan baku yang digunakan adalah tanaman yang ada disekitar dan asli Kalimantan Tengah kunyit, jahe, kencur, bunga rosela, bawang lemba (dayak), pasak bumi juga telang-telang.
Kepala UPT PPOT Dinas Kesehatan Kalteng, Marlinae, S. Si., Apt melalui Kasubag Tata Usaha Budi Paryanto mengatakan, saat ini UPT PPOT telah menanam rosela, bawang dayak dan bunga telang juga sedang menyiapkan demplot untuk menanam kencur, jahe,kunyit dan tanaman berkhasiat obat lainnya di lahan seluas sekitar 3 hektare yang ada di UPT PPOT.
“Sesuai Visi UPT PPOT adalah pengembangan obat tradisional serta pengembangan kesehatan tradisional yang berkualitas bermutu, aman dan bermanfaat dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan Kalimantan Tengah. Penyediaan Bahan Baku Obat Tradisional (BBOT) berupa simplisia yang memenuhi standar. Maka keberadaan UPT PPOT harus dirasakan manfaatnya sekaligus merubah pola fikir dan memberikan ilmu kepada masyarakat untuk mulai menyukai jamu. Sekarang ini kita sudah membuat beberapa jenis ramuan tradional dengan bahan baku seperti bawang dayak, pasak bumi, bunga telang yang kita kenalkan pada HUT Kalimantan Tengah, HUT RI ke-78 dan beberapa event lain dan mndapat sambutan positif dari masyarakat,” ujar Budi Paryanto.
Ke depan kita berharap masyarakat mengetahui bahwa di lingkungan sekitar banyak tumbuhan berkhasiat obat tradisional yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan keluarga.
“Kita sering tidak menyadari & memanfaatkan tumbuhan yang ada disekeliling untuk membantu masalah kesehatan, karena sekarang ini dimanjakan dengan hal yang praktis. UPT PPOT akan terus bekerja sama dengan para UMKM pelaku usaha jamu serta mohon dukungan lintas sector terkait dan khususnya Pemerintah Daerah Kalteng dalam mendukung pemenuhan sarana prasaran, SDM, serta dana sehingga UPT PPOT bisa maju terutama setelah menjadi BLUD,” tuturnya. (sb)