43 Persen Siswa SD di Kotim Terserah DBD, Dinkes Bentuk Tim Jumantik
SB, SAMPIT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali membentuk Tim Pengamatan Jentik (Jumantik) tingkat sekolah. Pembntukan ini sesuai dengan intruksi dari Kemenkes RI.
Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi mengatakan, sekolah dasar (SD) dijadikan sebagai fokus uatama kegiatan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN DBD).
"Saat ini kami lebih fokuskan pemberantasan DBD di SD. Tercatat 43 persen atau 189 kasus DBD dari 441 kasus dialami siswa SD," kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi pada Kamis (23/11/2023).
Seperti diberitakan sebelumnya, ada peningkatan kasus DBD dari Januari hingga November 2023 ini sudah ada 441 kasus yang didominasi anak SD.
Umar menjelaskan, jumlah kasus DBD berdasarkan jenjang pendidikan antara lain, belum sekolah 59 kasus, TK 51 kasus, SD 189 kasus, SMP 54 kasus, SMA 33 kasus sedangkan yang sudah lulus 55 kasus.
Lanjutnya, dari data tersebut tampak perbandingan kasus DBD yang didominasi pelajar SD untuk itu pihaknya kembali membentuk jumantik yang pesertanya perwakilan dari seluruh sekolah dasar yang ada Kotim.
"Kita latih mereka dan lakukan pembinaan secara bersama-sama dan itu sudah dilaksanakan, kemudian ditindaklanjuti lah dengan pihak sekolah," ungkapnya.
Sekolah banyak tempat yang bisa menjadi sarang berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menularkan virus DBD, seperti pot bunga dan kaleng bekas yang dapat digenangi air saat musim hujan. Selain itu bak air di toilet yang jarang dibersihkan.
"Olehnya itu dengan tim ini kami berharap bisa menekan lonjakan kasusu DBD pada satuan pendidikan". Ujranya (f1/sb)