Pemkab Kotim Jadikan Kelapa Sawit Komoditi Unggulan
SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor diwakili oleh Sekda Fajrurrahman menghadiri Workshop Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Tahun 2024 di Ruang Rapat Anggrek Tewu Lantai II Gedung A Kantor Bupati Kotim.
Melihat Komoditas Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan di kabupaten Kotim. Terdapat kurang lebih 566 ribu hektare luas tutupan kebun kelapa sawit di wilayah Kotim dan 23% diantaranya seluas 130,7 ribu hektare merupakan kebun sawit yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
Hal ini menjadikan Kotim sebagai salah satu kabupaten penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia, sehingga sektor kelapa sawit memiliki peran yang cukup penting bagi situasi perekonomian daerah dan masyarakat Kotim.
Sesuai dengan instruksi presiden nomor 6 tahun 2019 tentang adanya rencana Nasional perkebunan sawit berkelanjutan (RAN-KSB) tahun 2019-2024.
Kemudian ditambahkannya, Kotim telah menyusun rencana aksi daerah perkebunan kelapa sawit berkelanjutan (RAN-KSB) Kabupaten Kotim tahun 2020-2024 yang ditetapkan melalui peraturan Bupati Kotim Nomor 39 tahun 2020.
Dengan terbit dan berlakunya peraturan Bupati tersebut, Pemerintah Kotim bersama para pihak telah membangun langkah-langkah strategis dalam membangun perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
"Saya selaku Bupati Kotim tentunya sangat mengapresiasi berbagai kinerja serta pencapaian yang telah diraih selama ini, terutama mendorong program peremajaan kelapa sawit bagi para pekebun swadaya dan menjembatani dengan pekebun perusahaan swasta," ujanya, Senin (22/1/2024).
Disampaikan pula bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan peraturan dana bagi hasil (DBH) perkebunan kelapa sawit yang diatur dalam peraturan menteri keuangan nomor 91 tahun 2023. Yang dimana Kotim merupakan yang paling besar mendapat (DBH) perkebunan sawit dibandingkan dengan Kabupaten lain yang ada di Kalteng.
“Untuk tahun 2023 Kotim mendapatkan DBH Kelapa sawit sebesar Rp 46.485.301.000. Sedangkan untuk tahun 2024, mendapatkan DBH sebesar Rp 41.062.384.000,” tuturnya. (f3/sb)