Lewati ke konten utama
Provinsi

Perjuangan Pengawalan Pengiriman Logistik Pemilu ke Desa Kina dan Desa Jemuat

Redaksi 17-02-2024, 09:26 WIB 1 menit baca
Petugas KPPS bersama Polri dan TNI saat mengawal pengantaran surat suara melalui jalur air yang banyak riam. (FOTO:ISTIMEWA)
Petugas KPPS bersama Polri dan TNI saat mengawal pengantaran surat suara melalui jalur air yang banyak riam. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, NANGA BULIK - Meski pencoblosan sudah usai, para tugas di TPS-TPS daerah pelosok belum semuanya telah selesai.

Para petugas harus berjibaku memulangkan kotak suara, salah satunya di Kecamatan Batang Kawa, yang harus melalui jalur darat yang licin (saat hari hujan) dan sungai (aliran sungai yang deras

Melalui keterangan Kapolres Lamandau, AKBP Bronto Budiyono mengatakan, para anggota TNI dan Polri juga anggota TPS harus berjibaku kurang lebih 3 sampai 4 jam untuk memulangkan kotak suara desa ke Aula Kecamatan Batang Kawa.

“Kita terus memonitor perkembangan anggota dalam pengawalan surat suara, Informasi yang di dapat sekarang, mereka harus menyusuri jalan berbukit yang licin dan aliran sungai yang deras dengan medan yang berat untuk sampai ke tujuan (Tempat kumpulnya kotak suara),” ucapnya, Jumat (16/2/2024).

Bronto juga menjelaskan, untuk lokasi TPS itu berada di Desa Jemuat dan Desa Kina, yang mendekati perbatasan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di Kecamatan Batang Kawa. Beruntung kondisi cuaca saat ini sedang cerah, hingga memudahkan perjalanan mereka.

Bronto sendiri merunutkan di Kecamatan Batang Kawa yang diketahui ada enam Desa, yang susah dilalui, yakni Desa Benakitan, Desa Liku, Desa Mengkalang, Desa Karang Mas, Desa Kina dengan melalui jalur sungai. Begitu juga dengan Desa Jemuat menggunakan jalur sungai  dari perkembangan laporan, anggota terkendala hujan deras, jalan tanah naik turun dan licin.

“Ada tiga TPS yang pendistribusiannya gunakan jalur darat kemudian di lansir ke klotok atau lewat jalur air yaitu Desa Jemuat, Desa Kina, dan Desa Karang Mas,” ungkapnya.

Selain itu menurutnya, anggota harus dikawal oleh warga setempat yang mengetahui sisi Riam (Batu) yang berbeda di sungai untuk keamanan logistik Pemilu ke Kecamatan Batang Kawa dan mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian, TNI 3, KPU.

“Tentunya rombongan harus kehujanan, dan kita beruntung air hujan tidak merusak logistik suarat suara,” pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard