Lima Isu Strategis Diprioritaskan Bupati Kotim
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah gencar melakukan pembangunan baik secara Nasional, Provinsi maupun Daerah dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Halikin mengaku bahwa telah menyusun rencana pembangunan tersebut dengan tema penguatan ekonomi melalui percepatan pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan sumber daya manusia berkualitas.
"Tema ini akan menjadi fokus pembangunan Kotim pada tahun 2025 yang disinergikan dan dipadukan dengan sektor-sektor lainnya seperti sektor pendidikan, kesehatan, perdagangan dan sektor lainnya," ujar Halikin, Rabu (21/02/2024).
Kemudian ditambahkannya, tema ini memiliki semangat untuk membangun infrastruktur di wilayah kecamatan dan desa/kelurahan secara berkelanjutan sebagai komponen utama dalam membuka aksesibilitas dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Disamping itu pembangunan infrastruktur ini juga akan didukung dengan penguatan ketahanan pangan sebagai unsur terpenting dalam menjaga kecukupan pangan bagi masyarakat dan dalam upaya mengendalikan laju inflasi.
"Penetapan tema dan prioritas ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah Kotim untuk menjawab isu strategis dan permasalahan pembangunan di tahun 2025," jelasnya.
"Untuk itu melalui forum konsultasi publik ini pemerintah daerah sangat mengharapkan saran dan masukan dari seluruh peserta guna merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahun 2025 dalam rangka penyempurnaan RKPD tahun 2025 agar lebih terarah, terukur dan akuntabel, serta mampu menjawab isu strategis dan permasalahan pembangunan daerah," lanjutnya.
Menurutnya, pembangunan di tahun 2025 harus di prioritaskan karena menjadi isu strategis Nasional maupun daerah.
Beberapa isu strategis tersebut, antara lain:
1. Penanggulangan Kemiskinan
Berdasarkan data tahun 2022, angka kemiskinan di kabupaten kotawaringin timur sebesar 5,95%, turun menjadi 5,69% pada tahun 2023 atau turun 0,26% dengan jumlah penduduk miskin 26.570 orang. Saat ini penurunan kemiskinan menjadi isu penting yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan bahkan sebagaimana arahan bapak presiden republik indonesia meminta pemerintah kabupaten / kota agar melaksanakan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayahnya masing-masing yang ditargetkan sebesar 0%.
2. Penurunan stuntinge B
Berdasarkan data e-ppgbm bahwa prevalensi stunting kabupaten kotawaringin timur tahun 2022 sebesar 22.6% dan mengalami penurunan pada tahun 2023 menjadi sebesar 18,4%. Tentu penurunan prevalensi stunting ini cukup melegakan kita, namun hal ini masih menjadi tugas berat kita.
Mengingat pemerintah menargetkan seluruh Kabupaten / Kota menurunkan Prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024 ini.
3. Pengendalian inflasi
Saat ini inflasi menjadi isu strategis yang sangat penting, mengingat inflasi merupakan salah satu indikator dalam menilai kinerja perekonomian suatu daerah.
Sebagaima kita ketahui, laju inflasi kabupaten kotawaringin timur pada bulan september 2022 yang lalu cukup tinggi yang mencapai 8,85%, dan ini menempatkan kabupaten kotawaringin timur menjadi salah satu kabupaten / kota dengan inflasi tertinggi di indonesia. Namun berkat kerja keras kita semua secara berangsur-angsur laju inflasi ini dapat dikendalikan dan terus mengalami penurunan hingga pada bulan desember 2022 menjadi 5,99%, bahkan kembali menurun pada bulan november 2023 menjadi 2,57%, dan pada bulan januari 2024 turun menjadi 2,61%
4. Akses dan layanan dasar pendidikan dan kesehatan, yang memang selalu menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah.
5. Pembangunan infrastruktur, yang saat ini memang harus terus kita lakukan seperti pembangunan konektivitas jalan desa- kecamatan, jalan dan jembatan kondisi baik, drainase, sarana air bersih, penerangan jalan umum dan penanganan persampahan. Dalam hal ini juga termasuk upaya kita memperjuangkan desa-desa yang masih belum ada jaringan listrik dan Telekomunikasi (blank spot). (f3/sb)