Berikan Pendampingan, DPPKBP3AMP Cegah Trauma Korban Pemukulan Wali Murid
SB, PALANGKA RAYA - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBP3APM) Kota Palangka Raya memberikan dampingan khusus terhadap korban pemukulan oleh wali murid.
Pendampingan yang diberikan terhadap anak tersebut bertujuan agar mencegah terjadinya trauma mendalam. Kegiatan itu dilakukan bersama dengan rekan-rekan dari psikolog yang ada di Kota Cantik ini.
Seperti yang diketahui bersama, jika salah seorang murid kelas I SD swasta yang berada di Jalan RTA Milono itu diduga telah menjadi korban dugaan pemukulan oleh wali murid hingga menyebabkan hidungnya mengeluarkan darah.
Kepala DPPKBP3APM, M Fitriyanto mengatakan, pihaknya ingin memastikan kondisi dari anak tersebut pasca mendapatkan perlakuan dugaan penganiayaan atau pemukulan yang dilakukan oleh orang dewasa tersebut.
“Kami dari dinas bersama UPTD perlindungan perempuan dan anak melakukan pendampingan terkait kondisi psikologis dan fisik anak tersebut,” katanya, Kamis (7/3/2024).
Lanjutnya, hal itu salah satunya untuk mengetahui apakah mentalnya sudah siap belajar lagi ke sekolah atau ada rasa was-was karean ketakutan dari anak korban ini.
“Sejauh ini hasil menunjukan respon baik begitu juga dengan psikologisnya. Jumat besok insya Allah kami pastikan bisa masuk ke sekolah dan membaur ke anak-anak. Kami sebatas hanya memberikan pendampingan.
“Kami mengharapkan sekolah di Palangka Raya menjadi ramah anak, memberikan kenyamanan bagi murid dan orangtua menitipkan anaknya di sekolah. Di Palangka Raya sudah banyak sekolah ramah anak,” tambahnya.
Untuk diketahui juga, pihak sekolah sempat memfasilitasi mediasi antara terduga pelaku dan orang tua korban, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
Namun pihak keluarga tidak puas dengan hasil mediasi dan melaporkan terduga pelaku ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palangka Raya. (rk/sb)