18 Kelurahan di Kota Palangka Raya Dilanda Banjir
SB, PALANGKA RAYA - Dalam beberapa belakangan ini, debit air luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan mengalami peningkatan cukup signifikan hingga menggenangi beberapa wilayah.
Dampak dari luapan itu menyebabkan belasan kelurahan yang ada di Kota Palangka Raya terendam oleh air. Saat ini sejumlah petugas terkait telah melakukan monitoring untuk menganitipasi pada bahaya musibah banjir tersebut.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengatakan, bahwa luapan itu disebabkan meningkatnya kondisi debit air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan dan Rungan.
“Dari data yang kami peroleh, sedikitnya kini ada sekitar 18 kelurahan di Palangka Raya yang terdampak luapan akibat meningkatnya debitair tersebut,” katanya kepada awak media ini, pada Sabtu (9/3/2024).
Lanjutnya, luapan air itu menimpa Kelurahan Pahandut, Pahandut seberang, Tanjung Pinang, Tumbang rungan, Langkai, Palangka, Bukit tinggal, Petuk katimpun, Bereng bengkel dan Danau Tundai.
Kemudian wilayah terdampak lainnya, Kelurahan Kameloh Baru, Marang, Tumbang Tahai, Tangkiling, Sei gohong, Kelampangan, Sabaru dan juga Kereng Bangkirai.
“Berdasarkan pemantau tim di lapangan jika peningkatan debit air ini sudah terjadi sejak dua sampai tiga terakhir ini yang mengalami peningkatan yang sangat cepat,” tegasnya.
Menurutnya, sejauh ini pihaknya telah melakukan patroli ke sejumlah kawasan yang rawan banjir itu untuk memberikan sosialisasi dan juga imbauan untuk meningkatkan kewaspadaannya mengenai kondisi banjir tersebut.
“Kami ingatkan pula kepada masyarakat yang wilayahnya terdampak luapan air untuk menjaga aliran listrik dan barang berharga lainnya. Simpan di tempat yang lebih tinggi atau lebih aman,” tutupnya. (rk/sb)