5.882 Kepala Keluarga di Palangka Raya Terdampak Banjir
SB, PALANGKA RAYA - Tingginya debit air yang meluap dari Sungai Rungan dan Sungai Kahayan menyebabkan terendamnya sejumlah kawasan pemukiman penduduk yang ada di Kota Palangka Raya ini.
Oleh sebab itu, para warga yang terdampak itu kini telah mengungsi di sejumlah posko pengungsian yang telah didirikan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Sejauh ini, telah ada enam posko yang dibangun bagi korban banjir.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya pertanggal 12 Maret 2024, sedikitnya telah ada 502 warga yang mengungsi ke posko pengungsian.
Dari ratusan warga tersebut, terdiri dari 259 jiwa mengungsi di posko di SDN 1 Langkai, Jalan Ahmad Yani, 105 warga mengungsi di posko Komplek Pasar Kahayan. Kemudian 13 warga di posko Kameloh Baru, 15 kepala keluarga di posko Danau Tundai dan 192 warga di posko Marang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi mengatakan, ada ratusan warga yang tercatat telah mengungsi. Sedangkan rumah yang terdampak banjir ada sebanyak 2.613 dengan total 5.882 kepala keluarga yang terdampak.
“Untuk ini terdapat 18 kelurahan yang ada di empat kecamantan yang terendam banjir, yakni di Kecamatan Pahandut, Jekan Raya, Sebangau dan Bukit Batu,” katanya, Rabu (13/3/2024).
Untuk ketinggian permukaan air di Sungai Kahayan mencapai 80 centimeter, sedangkan di Sungai Rungan mencapai 60 centimeter. Berdasarkan pemantauan yang di lakukan di lapangan, setiap harinya terjadi kenaikan debit air di masing-masing kelurahan dimulai dari 20 hingga 170 centimeter.
Menurutnya, pada posko pengungsian itu pihaknya juga menyediakan dapur umum untuk memenuhi pangan para pengungsi selama banjir melanda. Pihaknya juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai ke seluruh warga yang terdampak banjir.
“Kami juga telah berkoodinasi bersama Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, untuk memeriksa kondisi kesehatan para pengungsi atau warga yang terdampak. Saat ini kami fokus penanganan kepada korban banjir dan melakukan pemantauan debit air," ujarnya. (rk/sb)