HIV dan AIDS di Kalteng Meningkat, Banyak Pada Usia Produktif
SB, PALANGKA RAYA – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat di tahun 2023 kasus orang terpapar Human Immundeficiency Virus (HIV)/Acquired Immundeficiency Syndrome (AIDS) mengalami peningkatan.
Yaitu, tahun 2022 sebanyak 334 kasus dan tahun 2023 sebanyak 387 kasus. Dan data tersebut dipastikan masih banyak belum tercatat, karena para penderita tidak mau melaporkan dirinya.
“Kasus HIV/AIDS tahun 2022 ke 2023 mengalami peningkatan 14 persen. Semakin tinggi akibat hubungan BI seksual dan hetero seksual meningkat, namun yang menyumbang kasus tertinggi ialah homoseksual atau lelaki seks lelaki (LSL),” sebut Sekretaris KPA Provinsi Kalteng, Saidah Suryani SHut MT melalui Pengelola Program Riska Ovany SKM MKes ketika diwawancara di Palangka Raya, Selasa (26/3/2024).
Ia menjelaskan, kasus paling banyak pada sesame jenis yaitu laki-laki sama laki-laki, tingginya kasus ini karena mereka berantai yaitu di lingkungan perteman dan terus kenal sesama jenis sehingga melakukan seks menyimpang dan terpapar HIV/AIDS.
Hal ini dikarenakan daerah anal mudah terluka karena gesekan serta diakibatkan oleh pergatian pasangan dari komunitas mereka sendiri menyebabkan tertularnya virus HIV/AIDS melalui darah.
Rentang usia yang terjangkit virus ini pun merupakan usia produktif mulai dari 20-24 tahun sebanyak 15 persen dan 25-49 tahun sebanyak 71 persen.
“Kami mengimbau kepada kaum muda, khususnya masyarakat untuk menghindari seks menyimpang dan bergonta-ganti pasangan, karena ini sangat rentan tertular penyakit HIV/AIDS. Selama ini juga kaminterus berupaya melakukan sosialisasi, baik pada suatu acara pemerintahan maupun penerimaan mahasiswa baru selalu kami isi masalah penyebab penularan HIV/AIDS,” tukasnya. (ym/sb)