Lewati ke konten utama
Provinsi

Prajurit TNI Dibekali Pencegahan Konflik Sosial

Redaksi 27-03-2024, 10:20 WIB 1 menit baca
Pamen Mabesad TNI AD, Kolonel Inf Abdul Rahman Said ketika diwawancara sejumlah awak media. (FOTO:ABU)
Pamen Mabesad TNI AD, Kolonel Inf Abdul Rahman Said ketika diwawancara sejumlah awak media. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Kegiatan Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial di Jajaran Kodam XII/Tanjung Pura dengan pemerintah terpusat dan Dewan Adat Dayak dengan pimpinan Kolonel Inf Abdul Rahman Said yang merupakan Pamen Mabesad TNI AD di Aula Kodim Sampit pada Selasa (26/3/2024).

Kolonel Inf Abdul Rahman Said menggarisbawahi pentingnya kerjasama lintas sektoral dalam menjaga stabilitas di wilayah Kotim. Rahman menekankan bahwa peran semua komponen masyarakat sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

"Kegiatan ini kita menggalang semua sektoral baik dari pemerintah, toko agama, toko adat, ormas dan seluruh masyarakat yang mau berusaha untuk konflik yang pernah terjadi di Sampit jangan pernah terjadi lagi. Karena kalau sudah terjadi dampaknya sangat luar biasa,” kata Abdul Rahman saat diwawancarai media

Ia menjelaskan konflik itu bisa terjadi karena kita tidak bisa menerima perbedaan. Baik itu perbedaan agama, suku, ras antar golongan sesama bahkan bisa ke penghasilan.

Olehnya itu kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun sinergi antar instansi dan melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan konflik sosial.

"Saya apresiasi kepada pemerintah setempat,Polri, TNI, Dewan Adat Dayak Kotim, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang selama ini sudah berusaha keras sudah menjaga masyarakat yang kondusif di lingkungan Kotim,” ucapnya.

Tambahnya, dengan semangat dari pemuda dan Forkopemda yang lainnya diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun hubungan yang harmonis dan meminimalkan potensi konflik di wilayah Kotim. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard