Hindari Penularan Berisiko HIV dan AIDS
SB, PALANGKA RAYA – Kasus LGBT yang sedang marak terjadi menimbulkan kenaikan pada kasus virus HIV/AIDS yang hingga kini tercatat sebanyak 2.478 kasus secara umum.
Riska Ovany selaku Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Kalteng mengingatkan untuk menghindari perilaku-perilaku beresiko tertular ataupun menularkan virus HIV/AIDS dan melakukan pencegahan-pencegahan saat diwawancara awak media ini pada Selasa (26/03/2024) kemarin.
Tertularnya virus HIV/AIDS bisa terjadi melalui oleh banyak hal, seperti seks bebas, berganti-ganti pasangan, penggunaan jarum yang tidak steril, seks melalui vaginal, anal atau oral seks tanpa pengaman dan ibu pengidap HIV/AIDS ke bayi.
Kegiatan sepele seperti penggunaan jarum suntik dan pisau cukur yang digunakan lebih dari satu orang dan tidak dilakukannya tindakan steril dapat menyebabkan penularan meskipun resikonya kecil.
Apabila menyadari perilaku-perilaku yang dilakukan beresiko, segera lakukan tes pemeriksaan seperti tes serologi, tes virologis kualitatif dan tes RNA kuantitatif.
Apabila sudah positif mengidap virus tersebut jangan takut dan malu, segera obati dan konsumsi obat yang telah dianjurkan karena pengidap HIV/AIDS harus rutin mengkonsumsi obatnya, jika tidak akan berdampak terhadap masalah kesehatan.
“Karena biasanya mereka yang sudah mengidap HIV/AIDS biasanya merasa malu untuk datang mengambil obat, bahkan takut ketahuan kalau mengidap virus tersebut,” ungkapnya. (ym/sb)