Lewati ke konten utama
Provinsi

Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Angkutan Darat

Redaksi 28-03-2024, 02:13 WIB 2 menit baca
Tim gabungan melakukan ramchek terhadap semua armada bus. (FOTO:ISTIMEWA)
Tim gabungan melakukan ramchek terhadap semua armada bus. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalteng menyiapkan kuota mudik gratis masyarakat umum dimulai tanggal 7 April 2024.

Rute yang dilayani antara lain Palangka Raya-Pangkalan Bun dengan 3 unit big bus 32 seat, serta rute Palangka Raya-Banjarmasin juga dilayani dengan 3 big bus 32 seat.

Dalam menyambut lebakaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) juga menyiapkan mudik gratis dari Palangka Raya ke Sampit serta Palangka Raya-Bahaur (Pulpis). Selain itu, ada rencana dari Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mengadakan mudik gratis bagi mahasiswa dari Palangka Raya-Barito.

Upaya mengantisipasi lonjakan penumpang diantisipasi dengan ketersediaan bus yang disesuaikan dengan permintaan. Saat ini, bus yang digunakan ialah bus medium dan big bus dengan kapasitas 33 seat atau diatas 40 seat.

“Kita dari BPTD bersama terminal WA GARA serta gabungan dari Polres, Dishub Provinsi dan Dishub Kota sudah melakukan pengecekan tentang kelayanan bus, yaitu kegiatan ramchek gabungan, pemeriksaan terkait persyaratan administrasi, persyaratan teknis utama serta unsur penunjang lainnya,” ucap Kepala Terminal WA Gara, Hendra Surya, Kamis (28/3/2024) saat dihubungi melalui pesan whatsapp.

Dia menambahkan, hal ini dilakukan oleh Tim Penguji Kendaraan Bermotor (PKB) dari BTPD Terminal dan Tim PKB dari Dishub yaitu memiliki sertifikasi penguji, dilakukan agar tercapainya mudik aman, lancar dan selamat. Selain itu untuk kelengkapan berupa SIM maupun STNK diperiksa oleh tim dari polres.

“Mudik gratis direncanakan tanggal 7 April 2024 akan dibuka gubernur.

Sedangkan terkait harga tiket tiap Pre Oder (PO) berbeda, harga tiketnya tergantung jenis bus yang digunakan dan untuk tarif bawah ataupun atas sudah diatur dalam Peraturan Menteri khususnya bus ekonomi ke Pangkalan Bun terendah di Rp 230 ribu tertinggi diatas Rp 300 ribu itu flat,” jelasnya.

Dan apabila nantinya terjadi lonjakan penumpang, penambahan armada bus sudah dipersiapkan dan telah dilakukan ramchek oleh setiap perusahaan otobus (PO) seperti Damri, Agung Mulia, Logos, Airgun dan Yesso. (ym/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard