Ratusan Ekor Babi Mati Mendadak, Diduga Kena Virus ASF
SB, SAMPIT - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menduga Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika kembali menyerang ternak babi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Ratusan ekor babi mati mendadak karena terserang penyakit ASF. Terbak babi yang mati itu terjadi di Kecamatan Telawang, Kotim. Bahkan seorang peternak kehilangan puluhan babi yang mati mendadak hingga mengakibatkan peternak merugi hingga puluhan juta rupiah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) saat dikonfirmasi, ia mengatakan penyebab kematian massal babi ternak milik masyarakat Telawang masih tahap investigasi.
"Terkait kematian babi di Kecamatan Telawang saat ini masih tahap investigasi," kata Kepala DPKP Kotim Sepnita, Rabu (3/4/2024).
Ia juga mengatakan, pihaknya sudah terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel dan sudah dibawah ke Laboratorium di Palangka Raya.
"Kita menunggu dua pekan untuk hasil lab sampelnya. Nanti akan kami informasikan apa penyebab kematian mendadak babi tersebut," ucapnya
Namun dirinya menduga, kematian massal mendadak babi akibat penyakit African Swine Fever (ASF) atau virus babi Afrika.
ASF merupakan penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen. Virus ASF sangat tahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan. Sehingga serangan penyakit tersebut dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak.
"Itu dugaan sementara. Tetapi secara fisik biasanya sudah bisa kita tentukan apa yang menyerang babi itu setelah investigasi," tutupnya. (f1/sb)