Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Dampingi Dua Korban Asusila Sampai Pulih

Redaksi 20-04-2024, 02:36 WIB 1 menit baca
Wakil Bupati Kotim, Irawati saat menemui korban asusila yang dilakukan oleh ayah kandungnya. (FOTO:ISTIMEWA)
Wakil Bupati Kotim, Irawati saat menemui korban asusila yang dilakukan oleh ayah kandungnya. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) akan melakukan pendampingan terhadap dua korban asusila oleh ayah kandungnya yang terjadi di Kecamatan Kota Besi.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan sampai korban benar-benar pulih dengan melibatkan dokter kejiwaan dan psikolog untuk menganalisa kondisi psikis dan kejiwaan korban terlebih dahulu.

"Setelah dianalisa maka langkah berikutnya, dua pilihan, yakni korban akan direhabilitasi di rumah sakit atau dimasukkan ke yayasan agar mendapat pendidikan agama sesuai kepercayaan yang dianut", kata Irawati, Sabtu (20/4/2024).

Tak hanya itu Irawati juga mengecam tindakan asusila seorang pria terhadap kedua putrinya tersebut yang salah satu diantaranya masih dibawa umur, apapun alasannya.

"Perlakuan pelaku terhadap putrinya sudah jauh dari normal yang seharusnya. Dia menganggap putrinya sebagai mangsa bukan lagi anak kandungnya,” jelasnya.

Olehnya itu dia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, khususnya di wilayah Kotim. la juga mengimbau kepada para orang tua untuk betul- betul menjaga anak dan membekali dengan ilmu agama bukan hanya nafkah lahir.

Sementara itu, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kotim, Rusmawarni menyampaikan pihaknya akan melakukan pendampingan terkait kasus asusila yang melibatkan anak di bawah umur ini sesuai dengan tupoksi pihaknya.

"Kami akan mendampingi sampai tuntas, karena itu adalah tugas kami. Termasuk masalah kejiwaan korban akan kami dampingi sampai ke psikolog," ucapnya.

la menyampaikan, dalam pendampingan terhadap korban asusila ini pihaknya akan membentuk tim. Contohnya, terkait psikologis korban harus ditangani langsung oleh ahlinya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard