Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Wabup Kunjungi Orang Terlantar Ditampung di Rumah Singgah

Redaksi 26-04-2024, 10:09 WIB 1 menit baca
Wabup Kabupaten Kotim, Irawati saat mengunjungi orang terlantar yang ditamoung di Rumah Singgah Sampit. (FOTO:ABU)
Wabup Kabupaten Kotim, Irawati saat mengunjungi orang terlantar yang ditamoung di Rumah Singgah Sampit. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati bersama OPD terkait mengunjungi orang telantar yang ditampung di rumah singgah Sampit.

"Kami mendapat laporan mengenai orang terlantar yang ada di rumah singgah. Kita datang memberi support dan memperhatikan dari segi makanan, tempat tidurnya dan sebagainya,” kata Irawati, Jumat (26/4/2024).

Ia menjelaskan, sementara ini ada enam orang yang ditampung di rumah singgah. Mereka berasal dari luar daerah dan berkeinginan pulang ke daerah masing-masing namun kehabisan bekal.

"Empat diantanya orang dewasa dan dua orang anak dibawa umur. Kita berupaya bagaimana mereka agar segera dipulangkan di daerah asal masing-masing," ujarnya.

Sementara itu kesiapan rumah singgah tersenut ia menyampaikan untuk segera membuat usulan guna melengkapi fasilitas yang belum ada diantaranya AC, Sprindbad, dan serta sarana pendukung lainnya.

"Yang perlu diketahui, fungsi rumah singgah tidak sama dengan panti. Rumah singgah hanya sebagai tempat penampungan sementara bagi PPKS sambil menunggu proses penyelesaian administrasinya", ujarna

Kesempatan yang sama , penanggung jawab rumah singgah Agus Wardana mengatakan, ada 6 orang telantar yang saat ini berada di rumah singgah, 2 diantaranya masih tergolong anak dibawah umur. Mereka berada di rumah singgah selama 4-5 hari dan menunggu pemulangan.

"Mereka berasal dari luar daerah tertipu sosial media mengenai pekerjaan lalu kehabisan bekal. Ada juga anak yang telantar tidur di masjid," ujarnya.

Sejak diresmikan, rumah singgah telah menampung kurang lebih 30-40 orang telantar dan dipulangkan di daerah masing-masing sesuau KTP mereka.

"Mereka rata-rata minta dipulangkan. Untuk proses pemulangan kami koordinasi dengan Dinsos daerah asal mereka," tandasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard