Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Ivo Harapkan Batik Kalteng Go Internasional

Redaksi 27-07-2024, 09:51 WIB 2 menit baca
Ketua Dekranasda Kalteng, Ivo Sugianto Sabran saat berdialog dengan Desainer Indonesia Danny Satriadi pada acara press conference yang digelar di Summarecon Mall Kelapa Gading. (FOTO:ISTIMEWA)
Ketua Dekranasda Kalteng, Ivo Sugianto Sabran saat berdialog dengan Desainer Indonesia Danny Satriadi pada acara press conference yang digelar di Summarecon Mall Kelapa Gading. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, JAKARTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalteng, Ivo Sugianto Sabran terus mendorong Batik Kalteng bisa Go Internasional.

Mencapai harapan tersebut, Pemprov Kalteng dalalam hal ini Dekranasda berkolaborasi dengan Desainer Indonesia Danny Satriadi dengan menampilkan Fashion Show Wastra Kalteng bertajuk "Eclectic Artistrypada cara Jakarta Fashion and Food Festival (JF3).

Dalam press conference yang digelar di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (26/7/2024), Danny Satriadi mengatakan bahwa ia ingin memperkenalkan anyaman batik khas Kalteng kepada masyarakat luas. 

"Batik dan anyaman yang saya buat itu styling look-nya lebih ke internasional. Saya bikin terobosan baru dimana koleksi tersebut seperti kita berada di pentas seni dunia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kalteng Ivo Sugianto Sabran menyampaikan Provinsi Kalteng memiliki banyak potensi, mulai dari alamnya hingga budaya dan tradisinya. 

"Kita bisa lihat betapa cantik dan indah motif wastra Kalteng yang biasanya kita sebut dengan benang bintik. Motif-motif batik Kalteng diambil dari motif-motif rotan, dan ada beberapa macam motif seperti batang garing, kelakai, burung tingang, dan lain-lain," sebutnya. 

Ivo menyebut, warna-warna batik Kalteng berbeda dengan batik Jawa yang menggunakan warna soft. 

"Kalau batik Dayak menggunakan lima unsur warna yang dalam bahasa Ngajunya yaitu Bahenda (kuning), Bahandang (merah), Bahijau (hijau), Baputi (putih), dan Babilem (hitam). Dalam sebuah wastra kain batik ada kombinasi kelima warna tersebut atau salah satu warna yang digunakan," imbuhnya. 

Lebih lanjut, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalteng yang sudah terdata adalah 164 ribu dan 80 persennya adalah perempuan. 

"Bapak Gubernur memberikan bantuan rutin, salah satunya stimulan beberapa anggaran bagi para pelaku UMKM sehingga mereka bisa survive. Harapannya, acara JF3 ini bisa menjadi media untuk produk-produk Kalimantan Tengah dikenal di kancah nasional dan juga bisa go internasional," pungkasnya. (sb/mmc)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard