Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Pjs Bupati Kotim Diingatkan Tentang Perhatian di Sektor Infrastruktur dan Pendidikan

Redaksi 25-10-2024, 04:12 WIB 1 menit baca
Anggota DPRD Kalteng, Abdul Hafid ketika diwawancara wartawan, belum lama ini. (FOTO:MULIA)
Anggota DPRD Kalteng, Abdul Hafid ketika diwawancara wartawan, belum lama ini. (FOTO:MULIA)

SB, PALANGKA RAYA - Anggota DPRD Kalteng, Abdul Hafid mendorong Penjabat Sementara Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) lebih bisa melihat berbagai persoalan.

“Karena Penjabat Sementara Bupati Kotim ini pejabat provinsi harapannya bisa melihat semua persoalan yang kini tengah dihadapi Kotim,” ucap Hafid, Jumat (25/10/2024).

Politisi muda PAN Kalteng ini menerangkan, mulai dari masalah infrastruktur, sengketa lahan, masalah sektor pendidikan hingga kesehatan yang domainnya ada di Kalteng.

Di contohkannya, seperti halnya jalan lingkar selatan kota Samoit yang sampai saat ini belum juga bisa dituntaskan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng, sehingga sangat berdampak kepada perkembangan daerah.

“Pembangunan yang dilakukan daerah saat ini akhirnya tidak maksimal, jalan dalam kota sebentar saja rusak karena truk angkutan yang harusnya melintas di lingkar selatan melintas dalam kota,” tuturnya.

Legislator asal Dapil II Kalteng yang mencakup Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan ini juga menegaskan, dampak lain juga banyak fasilitas milik daerah yang rusak akibat truk bebas masuk kota.

“Selama ini juga sudah berapa nyawa melayang, akibat truk yang melintas kota, dilarang melewati kota mau bagaimana lagi, jalan yang harus mereka lintasi tidak bisa dilalui,” ujarnya.

Ia menambahkan, di sektor pendidikan, menurutnya masih banyak sekolah menengah atas atau kejuruan yang harusnya turut jadi perhatian pemerintah provinsi.

Sebab, selama ini hanya fasilitas pendidikan yang ada di kota saja yang memadai, sementara sekolah-sekolah yang ada di pelosok masih jauh dari harapan.

“Mengapa terkadang masih banyak peserta didik dari luar kota itu setelah lulus SMP ingin melanjutkan ke SMA atau SMK di kota, karena fasilitas pendidikan di pelosok jauh tertinggal, termasuk infratruktur lain agar juga jadi perhatian, ini hanya bagian kecilnya saja,” tukasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard