Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

Rumah Sakit Diminta Pastikan Masyarakat Mendapatkan Obat Gratis

Redaksi 30-11-2024, 07:46 WIB 2 menit baca
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif Noerkim
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif Noerkim

SB, PALANGKA RAYA - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif Noerkim meminta rumah sakit yang ada di daerah ini agar dapat melengkapi ketersediaan obat-obatan.

"Saya banyak menerima keluhan dari masyarakat, bahwa mereka justru diminta untuk menebus di luar akibat obat-obatan di rumah sakit ini habis," katanya, Sabtu (30/11/2024).

Dia menjelaskan, bahwa pihaknya kerap menerima keluhan dari masyarakat Kota Palangka Raya yang telah terdaftar BPJS Kesehatan dengan harapan setelah memeriksakan diri, masyarakat bisa mendapatkan obat gratis.

Namun, masyarakat justru diminta agar dapat menebus obat-obatan tersebut di luar rumah sakit atau puskesmas yang pada akhirnya masyarakat harus mengeluarkan uang untuk bisa mendapatkan obat.

"Ini kan memberatkan, apalagi kalau obatnya itu harganya mahal. Kasihan lah masyarakat kita ini, harapan mereka kan ingin sehat dan gratis karena telah ada BPJS nya, tapi nyatanya?"ucapnya.

Lebih lanjut Arif menekankan, bahwa masyarakat berhak mendapatkan layanan kesehatan secara gratis tanpa harus bersusah payah mencari obat di luar rumah sakit atau puskesmas.

Dia menyontohkan, dari sepuluh item obat yang telah diresep oleh dokter dan hanya ada delapan yang tersedia di rumah sakit tersebut, maka dua item obat lainnya ini harus didapat oleh pihak rumah sakit, bukan keluarga maupun pasien yang mencarinya sendiri.

"Apapun yang terjadi, obat harus ada di rumah sakit atau puskesmas. Jika tidak tersedia, maka pihak rumah sakit atau apotekernya yang bertanggung jawab untuk mencarinya, bukan masyarakat," ujarnya.

Untuk itu politisi PAN ini juga meminta seluruh masyarakat di Kota Palangka Raya untuk tidak menerima arahan membeli obat di luar fasilitas pelayanan kesehatan.

Dia juga menekankan, bahwa dalam memastikan ketersediaan obat tersebut, telah menjadi tugas dan kewenangan dari rumah sakit sehingga masyarakat yang berobat di rumah sakit bisa benar-benar mendapatkan pelayanan yang maksimal.

"Pelayanan kesehatan yang optimal harus menjadi prioritas. Jika ingin membantu masyarakat dan tentunya dengan pelayanan kesehatan yang gratis, maka semua kebutuhan medis harus terpenuhi. Jangan biarkan masyarakat menanggung beban tambahan," pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard