Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Apel Siaga Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Kalteng

Redaksi 19-12-2024, 12:03 WIB 2 menit baca
Masyarakat berdesakan menghadiri pasar murah yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan Kalteng. (FOTO:MMC KALTENG)
Masyarakat berdesakan menghadiri pasar murah yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan Kalteng. (FOTO:MMC KALTENG)

SB, PALANGKA RAYA - Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan Apel Siaga Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Hari Besar Keagamaan Natal dan Tahun Baru serta memperingati Hari Bela Negara ke-76 Tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 18 Desember 2024, di halaman Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalteng, dihadiri oleh berbagai pejabat dan instansi terkait.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mewakili Gubernur Kalteng, mengungkapkan bahwa inflasi di Kalteng terkendali dengan baik dan berada di urutan 8 terendah dari inflasi nasional.

"Sesuai arahan Mendagri Tito Karnavian, seluruh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diminta agar melakukan intervensi terhadap komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga, kita harus terus antisipasi agar harga-harga tidak meningkat," ungkapnya.

Menurutnya, untuk menjaga stabilitas harga pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diinstruksikan untuk melakukan intervensi terhadap komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga. Ini adalah langkah penting agar harga tetap terjaga menjelang hari besar dan tahun baru.

Pada kesempatan tersebut, Yuas Elko juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional, karena Kalteng terpilih sebagai salah satu provinsi yang menerima bantuan Mobil Operasional SPHP. Hal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan GPM, bahkan sampai ke desa-desa untuk pengendalian inflasi di wilayah Kalteng.

"Saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Badan Pangan Nasional sehingga Kalimantan Tengah merupakan salah satu penerima bantuan Mobil Operasional SPHP dari 5 (lima) Provinsi di Indonesia. Hal ini dapat menunjang pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sampai dengan ke desa yang terjangkau untuk pengendalian inflasi di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, A Elpiansyah, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah disambut baik oleh masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan pokok, mempermudah akses pangan bagi masyarakat, serta mengendalikan inflasi pangan di Kalteng. Program ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi dan UKM, Perum Bulog, ID Food, distributor, petani, dan pelaku usaha lainnya, untuk menyediakan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Gerakan Pangan Murah ini menawarkan bahan pokok seperti beras premium, gula pasir, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, dan minyak goreng dengan harga di bawah harga pasar, yang sudah disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Kalteng.

"Bahan pokok seperti beras premium, gula pasir, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, dan minyak goreng yang dijual pada Dinas Ketahanan Pangan Kalteng telah disubsidi oleh Pemerintah Prov. Kalteng," tutupnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard