Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Gubernur Pastikan Jalan Palangka Raya-Gumas segera Diperbaiki, Angkutan Berat Diatur Ketat

Redaksi 12-03-2025, 07:55 WIB 1 menit baca
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran saat diwawancara oleh awak media saat meninjau UPR. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran saat diwawancara oleh awak media saat meninjau UPR. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan bahwa perbaikan Jalan Palangka Raya-Gunung Mas akan segera direalisasikan. Perbaikan ini masuk dalam daftar prioritas 100 hari kerja pemerintahannya guna meningkatkan konektivitas dan produktivitas daerah.

"Gunung Mas itu termasuk dalam prioritas kami dalam 100 hari kerja," kata Agustiar dalam keterangannya, Rabu (12/3/2025).

Pemerintah juga berupaya memastikan bahwa jalan ini tetap bisa digunakan tanpa menghambat sektor ekonomi. Namun, penggunaan jalan oleh truk angkutan berat akan diatur lebih ketat untuk menghindari kerusakan berulang.

"Gunung Mas ini kan jalannya dilarang untuk truk yang mengangkut sumber daya alam. Tujuan pemerintah memperbaiki jalan ini supaya produktif," ujarnya.

Agustiar memahami bahwa aktivitas angkutan tambang dan kayu memiliki dampak ekonomi yang besar. Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah strategis agar kepentingan infrastruktur dan investasi berjalan seimbang.

"Harus disadari juga, ada hubungan timbal balik dari investasi itu. Ini kita panggil investor, kita ingin ketemu dan bicara dari hati ke hati," tambahnya.

Sebagai solusi jangka pendek, Pemprov Kalteng akan menerapkan sistem jadwal bagi truk tambang dan kayu yang melintas. Selain itu, tonase kendaraan akan dibatasi untuk menjaga daya tahan jalan. Truk angkutan berat hanya diperbolehkan melintas pada malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas harian.

Sementara itu, untuk jangka panjang, pemerintah berencana membangun jalan khusus bagi kendaraan perusahaan.

"Itu jangka pendeknya, nanti kita akan siapkan jalan khusus untuk kendaraan perusahaan. Kalau ditutup sepenuhnya, akan berpengaruh pada tenaga kerja, perekonomian juga akan mati," jelas Agustiar. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard